oleh

22,22 Persen Anak Dari Lima Provinsi Belum Imunisasi Polio

“Februari 2022 relawan PMI akan turun untuk bekerja sama dengan Posyandu dan Puskesmas setempat untuk memastikan vaksin polio menjangkau seluruh anak Indonesia”

MALUT — Hampir ratusan bahkan ribuan anak di Indonesia diperkirakan belum imunisasi atau di vaksin Polio. Padahal Poliomielitis (polio) adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen atau bahkan kematian dalam waktu yang sangat singkat.

Di kota Ternate Provinsi Maluku Utara mislanya, dari informasi yang diperoleh wartawan fokusmalut, kekhawatiran orang tua membawa anak mereka ke posyandu seiring terus meluasnya pandemi virus corona.

“Cuma gara-gara pandemi ini saya tidak berani bawa dia ke Puskesmas, karena takut, was-was. Apalagi virus corona belum selesai, muncul lagi virus lain, jadi saya takut datang ke Puskesmas.”Kata Mardia warga Akehuda kota Ternate baru baru ini.

Tak hanya Mardia, Mariani ibu  satu anak berusia 26 tahun yang tinggal di Bacan kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara itu memilih tidak membawa bayinya ke pusyandu untuk munisasi atau di vaksin polio karena khawatir bayinya sakit.

Sementara data yang wartawan peroleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) melalui dukungan Federasi Perhimpunan Internasional Palang Merah dan Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) melakukan pemetaan dan pengumpulan data untuk memahami keenganan masyarakat terkait vaksin polio, sebagai bagian dari program eradikasi polio.

Data tersebut dikumpulkan di 40 desa di 5 provinsi di Indonesia, yang terdiri dari Aceh, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat dan, diikuti oleh lebih dari 1,400 responden. Beberapa informasi awal yang didapatkan dari kegiatan ini ialah keluarga tidak membawa anak untuk imunisasi karena disarankan oleh keluarga atau teman untuk tidak menerima imunisasi (10,65 persen), atau terlalu sibuk untuk membawa anaknya ke fasilitas kesehatan (10,19 persen).

Baca Juga:  Berkas Oknum Wartawan dan LSM Pemeras Dilimpahkan

Beberapa diantaranya juga mengaku anak kurang sehat ketika jadwal posyandu, sehingga tidak mengikuti imunisasi (22,22 persen).

Pandemi COVID-19 berdampak pada penurunan cakupan imunisasi polio di sebagian besar wilayah Indonesia, padahal vaksin merupakan upaya efektif dalam mencegah polio, serta tersedia gratis untuk balita di Puskesmas dan Posyandu.

Clarissa Susiano, salah satu relawan PMI di Kupang yang turut serta dalam pengumpulan data dari masyarakat melihat kurangnya informasi terkait gejala dan dampak dari virus polio.

“Kebanyakan masyarakat di sini masih takut dengan imunisasi polio, karena bilang nanti sakit. Mungkin karena kurang edukasi atau pengertian dari petugas kesehatan atau memang dari orang tua sendiri yang tidak mendengarkan dengan baik. Butuh edukasi lagi tentang polio,” ujarnya.

Saat ini, PMI sedang mempersiapkan setidaknya 1,000 relawan untuk membantu melaksanakan promosi kesehatan dan mengurangi keengganan masyarakat terhadap vaksin polio. Direncanakan pada bulan Februari 2022, relawan PMI akan turun untuk bekerja sama dengan Posyandu dan Puskesmas setempat untuk memastikan vaksin polio menjangkau seluruh anak Indonesia. (Red)

Editor : Sahmar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.