oleh

Antara Politik dan Arah Pembangunan Halsel Dibalik Miniatur

-Opini-1.545 views
Alsaba S Igobula. [ IL/Fokus Malut

Baru-baru ini publik Halmahera Selatan dibuat menganga dengan hadirnya miniatur  Monas yang berada dijantung ibu kota Bacan (Labuha). Meskipun secara konstruksi bangunan memiliki perbedaan, namun secara arsitektur bangunan Miniatur tersebut memiliki kemiripan dengan Monumen Nasional (Monas) yang merupakan icon Ibu Kota Jakarta.

Pembangunan ini dibangun atas inisiatif Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba dan ketua tim penggerak PKK Hj Nurlela Muhammad serta dibantu oleh seluruh pegawai di Kabupaten Halmahera Selatan, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai tidak tetap (PTT). Sehingga pada tanggal 23 Oktober 2019 miniatur diresmikan dan bertepatan dengan hari penggerak keluarga ke-47 tingkat provinsi Maluku Utara di Labuha.

Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba mengatakan, “pembangunan ini bukan untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya. Namun, kehadiran pembangunan dengan luas kurang lebih 10 hektar tersebut sebagai salah satu objek wisata baru yang mudah dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat, karena dekat dengan pusat ibu Kota Labuha. Saya menyediakan tempat ini untuk masyarakat,”.

Walaupun, pada dasarnya proyek ini dipelopori langsung oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan diperuntuhkan untuk masyarakat Halmahera Selatan pada umumnya, namun ditubuh pemangku kepentingan (Pemkab Halsel dan DPRD Halsel) menuai tidak sepemahaman.

Hal ini terbukti adanya penyampaian yang disampaikan oleh Bahrain Kasuba bahwa “gagasan hingga terlaksananya pembangunan tersebut, mendapat banyak tantangan. Rencana pembangunan ini juga sempat mendapat penolakan dari DPRD Halmahera Selatan”.

Tentu hal ini mengindikasikan bahwa antara DPRD Kabupaten Halmahera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tidak memiliki sinergisitas dalam proyek pembangunan tersebut.

Begitupun dikalangan masyarakat juga menuai polemik pro dan kontra. Bagi masyarakat yang pro, hadirnya miniatur tersebut yang dijadikan destinasi wiasata, bisa membuka akses dan membantu perekonomian masyarakat yang notabene bekerja di sektor UMKM maupun sektor informal.

Dilain sisi, miniatur tersebut juga bisa dijadikan tempat refreshing bagi masyarakat Halmahera Selatan pada umumnya. Akan tetapi bagi masyarakat yang kontra, hadirnya pembangunan tersebut justru menciptakan disparitas dan kecemburuan sosial antar kecamatan di Kabupaten Halamahera Selatan yang secara geografis diluar pulau Bacan.

Tentu, bukan hanya asumsi ini semata yang menjadi titik ketidak sepemahamannya publik Halmahera Selatan. Ada juga asumsi-asumsi lain yang menjadi sisi polemiknya.

Namun apapun asumsi-asumsi yang dibangun oleh publik Halmahera Selatan ataupun ketidak singkronnya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan DPRD Kabupaten Halmahera Selatan terkait dengan hadirnya miniatur tersebut. Yang jelas,  kita bisa meneropong kedalam dua sisi yang berbeda yakni sisi politik dan sisi pembangunan.

Analisa dari dua sisi inilah sehingga bisa memjawab apa maksud dan tujuan dibuat miniatur tersebut.

Sisi politik

Tahun 2020 menjadi tahun kontestasi politik, pemilihan kepala daerah (Pilkada) dibeberapa daerah. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, yang mana telah menetapkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 september 2020 di 270 daerah.

Daerah Kabupaten Halamahera Selatan salah satunya yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah dalam ajang perhelatan lima tahunan tersebut. Dalam kontestasi politik Pilkada Halamahera Selatan tahun 2020 mencuat figur-figur dengan wajah-wajah baru dan lama.

Menariknya, Bahrain Kasuba (petahana) salah satu figur yang akan mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Halamahera Selatan periode 2020-2025 akan datang.

Jika mengacu kepada konstitusi, langkah yang ditempuh oleh Bahrain Kasuba untuk kembali mencalonkan diri sebagai Bupati jelas tidak bertentangan dan sah-sah saja secara hukum.

Jika dikorelasikan Pilkada Halmahera Selatan tahun 2020 mendatang dengan konteks pembangunan miniatur tersebut tentu mengalami kejanggalan dimata hati publik. Hal tersebut bisa kita telaah melalui kacamata komunikasi politik, apa yang dilakukan Bahrain Kasuba dipenghujung periode jabatannya sebagai kepala daerah (2015-2020) dengan membangun miniatur tersebut, jelas sangatlah berbau politis.

Tentu bacaan publik akan mengarah kepada hal tersebut dengan dasar, figur Bahrain Kasuba telah mempublikasikan kepentingan untuk bertarung kembali pada kontestasi politik tahun 2020.

Dilain sisi, untuk menarik simpati dan hati publik Halmahera Selatan maka dibuatlah kebijakan untuk membangun miniatur sebagai fasilitas umum masyarakat Halmahera Selatan yang dilaksanakan pada saat momen menjelang pemilihan kepala daerah tahun 2020 atau diakhir periode jabatannya.

Sangat nampak bahwa yang dilakukan oleh Bahrain Kasuba adalah langkah untuk menaikan dan menjaga citra diri sebagai modal untuk berkontestasi nanti dan mempertahankan status quo.

Beda pembacaan, jika miniatur tersebut dibuat pada awal periode pemerintahana atau pertengahan periode, tentu publik tidak akan sensitif dan mempersepsikan kearah yang tendensius.

Ini merupakan wujud dari strategi politik klasik yang sudah dilakukan oleh beberapa politisi ataupun figur-figur publik lain, salah satunya adalah selaras dengan strategi politik yang pernah digunakan pemerintahan orde baru agar mempertahankan kekuasaannya yang mana sebagaian pejabat sipil pada saat itu menggunakan simbol-simbol keagamaan ketika melakukan kunjungan silaturahmi kepesantren-pesantren, menjelang pemilu yang pada maksudnya untuk memperoleh dukungan politik.

Walaupun kemasan strategi politik yang digunakan rezim orde baru dan Bahrain Kasuba berbeda, akan tetapi pada substansinya sama yakni ingin melanggengkan kekuasaan atau mempertahankan status quo.

Yang jelas, untuk memahami cara kerja rezim politik tidak hanya dilihat dari pola-pola simbolik yang digunakan oleh rezim politik misalnya wacana yang diproduksi, janji-janji politik dan busana yang dikenakan. Akan tetapi dilihat juga dari pengambilan kebijakan atau cara rezim mengatur kinerja pemerintahannya.

Sisi pembangunan

Menciptakan pembangunan yang merata diberbagai sektor merupakan suatu keharusan dan kewajiban bagi pemerintah daerah untuk merealisasikannya.

Secara klasifikasi, pembangunan terbagi atas pembangunan fisik dan pembangunan non fisik. Pembangunan miniatur yang diinisiasi oleh pemerintah kabupaten Halmahera Selatan tersebut merupakan kategori pembangunan secara fisik.

Jelas, ini langkah yang perlu diapresiasi, didukung dan dirawat oleh seluruh kalangan masyarakat Halmahera Selatan pada umumnya. Secara analisis dampak lingkungan, hadirnya pembangunan miniatur tersebut tidak berdampak buruk bagi lingkungan sekitar, karena letak geografis pembangunan tidak berada ditengah-tengah pemukiman warga.

Secara konsepsi, pembangunan yang dimotori oleh pemerintah untuk masyarakat pada umumnya harus menyentuh dan menyesuaikan dengan kebutuhan daerahnya masing-masing. Maka, dengan adanya pembangunan miniatur dikabupaten Halmahera Selatan tentunya sangatlah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan dilain sisi, ini merupakan tuntutan penyesuaian dan adaptasi daerah terhadap kemajuan peradaban.

Sayangnya, tidak menutup kemungkinan yang menikmati buah pembangunan fisik tersebut hanyalah segelintir masyarakat Halmahera Selatan yang hanya berdomisili di Pulau Bacan saja. Sebab Kabupaten Halmahera Selatan terdiri dari berbagai macam pulau yang terpisah-pisah.

Pada sisi yang lain, kondisi sosial masyarakat Halmahera Selatan yang multikultural, multi agama dan multi suku serta masalah yang multidimensional misalnya, pengangguran, kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan harusnya pembangunan yang diwujudkan oleh pemangku kepentingan DPRD Halsel dan Pemkab Halsel adalah pembangunan yang mampu mengakomodir semua masalah yang mutidimensional dan kemajemukan masyarakat tersebut.

Sederhananya menciptakan pembangunan integratif, bukan hanya sebatas pembangunan disektor fisik saja. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus digarap dan realisasikan oleh pemkab Halsel dan DPRD Halsel sekarang dan kedepannya.

Pembangunan integratif adalah pembangunan yang seimbang dari semua segi masyarakat (pendidikan, pertanian, sumberdaya manusia dan sebagainya) sehingga menjamin suatu perkembangan yang seimbang (Balance) dan tidak berat sebelah. Inilah yang harus menjadi prioritas utama.

Jika dipandang dari sisi politik, adanya pembangunan miniatur yang digarap oleh pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tentu menimbulkan spekulasi dikalangan masyarakat Halmahera Selatan.

Apapun kesimpulan publik, yang jelas dalam domain politik ada etika dan estetika yang harus dijunjung. Sebaliknya, dalam ranah pembangunan, pemerintah kabupaten Halamahera Selatan harus mewujudkan pembangunan yang terintegratif. Karena pemangku kepentingan (DPRD Halsel dan Pemkab Halsel) memiliki andil dalam merumuskan kebijakan, merencanakan dan melaksanakan pembangunan.

Walaupun ini bukan pekerjaan muda, karena pembangunan akan dihadapkan oleh tantangan-tantangan yang multidimensional. Keberhasilan pembangunan sedikit banyak ditentukan oleh kemampuan Birokrat dalam menjawab tantangan dan mengatasi situasi dilematis. [ AL/IL ]

Penulis : Alsaba S. Igobula (Mahasiswa UNISMA Malang )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. What to buy at this time

    How do you do?

    We offer you a wide range of products at low prices. Choose what you like.

    Hot Sales 50% :

    – Swimsuit
    – Jackets & Coats
    – Communication Equipments
    – Desktops
    – Home Electronic Accessories
    – Earrings
    – Commercial Appliances
    – Luggage & Bags
    – Puzzles & Games
    – Golf
    – Tools & Accessories
    – Bathroom Fixtures

    You can see even more here: https://tinyurl.com/rcpuf89

    The best offer on the market. Best price and fast delivery.

  2. PLEASE FORWARD THIS EMAIL TO SOMEONE IN YOUR COMPANY WHO IS ALLOWED TO MAKE IMPORTANT DECISIONS!

    We have hacked your website http://www.focusmalut.com and extracted your databases.

    How did this happen?
    Our team has found a vulnerability within your site that we were able to exploit. After finding the vulnerability we were able to get your database credentials and extract your entire database and move the information to an offshore server.

    What does this mean?

    We will systematically go through a series of steps of totally damaging your reputation. First your database will be leaked or sold to the highest bidder which they will use with whatever their intentions are. Next if there are e-mails found they will be e-mailed that their information has been sold or leaked and your site http://www.focusmalut.com was at fault thusly damaging your reputation and having angry customers/associates with whatever angry customers/associates do. Lastly any links that you have indexed in the search engines will be de-indexed based off of blackhat techniques that we used in the past to de-index our targets.

    How do I stop this?

    We are willing to refrain from destroying your site’s reputation for a small fee. The current fee is $2000 USD in bitcoins (BTC).

    Send the bitcoin to the following Bitcoin address (Copy and paste as it is case sensitive):

    1Bs6CYDuHy1UGLr5ccz2UxRNcPGpeAa7tz

    Once you have paid we will automatically get informed that it was your payment. Please note that you have to make payment within 5 days after receiving this notice or the database leak, e-mails dispatched, and de-index of your site WILL start!

    How do I get Bitcoins?

    You can easily buy bitcoins via several websites or even offline from a Bitcoin-ATM. We suggest you https://cex.io/ for buying bitcoins.

    What if I don’t pay?

    If you decide not to pay, we will start the attack at the indicated date and uphold it until you do, there’s no counter measure to this, you will only end up wasting more money trying to find a solution. We will completely destroy your reputation amongst google and your customers.

    This is not a hoax, do not reply to this email, don’t try to reason or negotiate, we will not read any replies. Once you have paid we will stop what we were doing and you will never hear from us again!

    Please note that Bitcoin is anonymous and no one will find out that you have complied.