Atasi Kemiskinan Ekstrem, Aliong: OPD Harus Bersinergi

TALIABU –  Pemerintah Kabuapten Pulau Taliabu (Pultab) Maluku Utara, terus gencar gelar penanggulangan kemiskinan guna menggesa Pulau Taliabu bebas kemiskinan ekstrim. Hal ini disampaikan Bupati Taliabu Aliong Mus saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tingkat Kabupaten Tahun Anggaran 2024, di Gedung Aula Kantor Bupati, Selasa (14/03/2023).

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, ia mengajak semua untuk melihat kembali kondisi kehidupan masyarakat di pedesaan dan secara cepat mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan.

Baca Juga:  Bentrok Dengan Aparat Kepolisian, 12 Mahasiswa Ditahan, 1 Luka Berat

Sebab kata Aliong, kemiskinan ekstrem merupakan kondisi ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu kebutuhan makanan, air minum bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses informasi yang tidak hanya terbatas pada pendapatan, tetapi juga akses pada layanan sosial.

“Saya mengimbau kepada seluruh kepala desa agar memperhatikan data Desil 1-4 yang telah direkomendasikan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) sehingga seluruh masyarakat miskin di masing-masing desa harus memperoleh Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan kegiatan lainnya melalui APBDes,” pintanya.

Baca Juga:  LMND Ternate Desak Pemerintah Naikkan Harga Kopra 

“Kepada seluruh pimpinan OPD dan kepala desa agar memastikan ketepatan sasaran, integrasi dan kolaborasi untuk menjalankan program Penanganan Kemiskinan Ekstrem ini dengan melibatkan peran serta masyarakat,” tambah Bupati.

Selain itu, Bupati Aliong juga meminta penanganan Stunting di Pulau Taliabu agar terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Menurutnya, langkah ini penting guna mempertahankan prestasi dan penghargaan sebagai kabupaten yang berhasil menurunkan angka prevalensi stunting hingga 11,5 persen pada tahun 2022 lalu.

“Penghargaan yang diraih oleh Kabupaten Pulau Taliabu dalam program penanganan stunting itu, harus dipertahankan dan atau lebih ditingkatkan lagi penganannya,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri Kapolres Pulau Taliabu AKBP Totok Handoyo, Kepala Kejaksaan Bobong Alferd Tasik Palulungan, Ketua DPRD Meilan Mus, pimpinan OPD, kepala Kecamatan Se-Kabupaten Pulau Taliabu, para Kepala Desa se-Kabupaten Pulau Taliabu. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *