oleh

Dugaan Korupsi Dana BOK Makin Mencuat, Penegak Hukum Diminta Bertindak

-Daerah-1.465 views
Hadijah Ka’aba, Amd, Keb, Kepala Puskesmas Bajo, Kecamatan Botang Lomang | Foto: Ist

LABUHA – Dugaan indikasi korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2019 yang dilakukan oleh  Hadijah Ka’aba dan Asmawaty Amin selaku Kepala Puskesmas dan Bendahara Puskesmas Bajo Kecamatan Botang Lomang sebesar Rp 712.120.000,- (tujuh ratus dua belas juta seratus dua puluh ribu rupiah).

Berdasarkan hasil investigasi dilapangan, kedua oknum tersebut diketahui tidak ada transparan dalam mengelolah anggaran dari pusat (APBN).

Kepada Media ini, di Desa Bajo beberapa waktu lalu, terdapat keterangan sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan dana BOK tersebut patut diduga.

“Menurut kami, Kepala Puskesmas dan bendahara Puskesmas Bajo ada indikasi korupsi dana BOK,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya, Selasa (20/8/2019).

Ditambahkan, “dana ratusan juta tersebut tidak terealisasi dilapangan. Karena kami selaku penanggungjawab atau pemegang program tidak pernah tahu besaran anggaran per program,” sebutnya.

Selain itu, ditemukan juga dugaan korupsi dana RPK Manejemen (P1-P3) sebesar Rp 194.600.000,- (seratus sembilan puluh empat juta enam ratus ribu rupiah) dan dana pendataan keluarga PIS-PK senilai Rp 52.000.000,- (lima puluh dua juta rupiah).

Terpisah, salah seorang sumber juga menuturkan kalau kegiatan yang dilakukan oleh bidan di masing-masing wilayah kerja hanya diberikan anggaran sebesar Rp 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per orang, sedangkan ditinjau dari wilayah kerja, Kecamatan Botang Lomang terdapat 8 desa dengan jangkauan transportasi yang begitu beresiko.

Dugaan indikasi korupsi dana BOK tersebut, mereka berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Halsel secepatnya menindaklanjuti persoalan dimaksud agar diberikan sanksi tegas bila terbukti bersalah.

Mereka juga menginginkan, aparat penegak hukum dapat merespon dan menyelidiki kasus yang melibatkan kepala Puskesmas Hadijah Ka’aba dan Asmawaty Amin selaku Bendahara.

Untuk diketahui, laporan kegiatan Puskesmas Bajo Kecamatan Botang Lomang yang terhitung sejak bulan Januari sampai Agustus 2019 telah diserahkan ke Diknas Provinsi Maluku Utara. Bukan hanya itu, Puskesmas ini juga merupakan salah satu puskesmas unggulan di Kabupaten Halmahera Selatan.

Redaksi sudah berupaya untuk konfirmasi ke pihak Kepala Puskesmas, baik melalui telephon, SMS, WhatsApp, namun hingga berita ini dipublish tidak ada jawaban atau balasan dari  kepala puskesmas. (IL Fcs)

Komentar