oleh

Harga Cengkeh di Taliabu Mulai Naik

-Ekonomi-6.382 views

Aliong Mus : Ini Imbas Impor Nasional, Warga Perlu Bersabar

Cengkeh | Foto: Ist

BOBONG – Petani cengkeh di Kabupaten Pulau Taliabu sedikit bergairah, meski dalam beberapa bulan terakhir ini cukup menjerit. Kenapa tidak, harga jual cengkeh sebagai salah satu pendapatan petani di Taliabu terus mengalami penurunan harga secara drastis.

Informasi yang dihimpun media ini di kecamatan Lede sebagai Lumbung cengkeh Pulau Taliabu, harga jual cengkah sempat turun hingga senilai Rp 47.000, per Kilogram namun hingga selasa (9/9) kemarin, harga jual mulai naik diangka Rp 50.000 per kilogram. Hal ini masih jauh dari harga normal di tahun tahun kemarin yang sempat bertahan dikisaran harga Rp 78.000 per kilogram.

Sebagaimana yang diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Kabupaten Pulau Taliabu, Jayadi., SPd, bahwa harga cengkeh saat mulai kembali mengalami kenaikan.

“Bulan kemarin sempat anjlok hingga Rp 47.000 perkilo, tapi saya cek terakhir kemarin sudah mulai naik dingka Rp 50.000 per kilogram. ini tentu masih jauh dari dua tahun sebelumnya yang harganya masih bagus karena berkisar Rp 78 ribu per kilo normalnya itu, sudah kurang lebih 2 tahun harga jual cengkeh bertahan pada harga tersebut, bahkan sampai naik 80 ribu,” terangnya.

Sebelumnya, Kondisi petani cengkeh di Taliabu ini sempat disinggung oleh Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus bahwa jauh sebelumnya, pemerintah telah melakukan upaya – upaya agar dapat memperbaiki peningkatan harga komoditas pertanian untuk meningkatkan pendapatan masyarakat petani di Taliabu. Namun kata dia, melonjaknya harga jual komoditas seperti cengkeh saat ini tidak terlepas dari situasi Nasional yang mengijinkan impor cengkeh di dalam negeri, sehingga upaya yang dilakukan belum berhasil.

“Saya sangat tau persis situasi ekonomi saat ini sedang sulit, harga jual cengkeh sangat turun sekali, coklat sangat turun sekali, kita harus bersabar karena ini imbas perdagangan nasional, jadi kalau ada orang-orang yang datang mengatakan pemda bisa menaikkan harga cengkeh, itu omong kosong,” tegas Aliong Mus baru baru ini.

Untuk itu, Aliong Mus berharap agar masyarakat dapat bersabar menghadapi situasi ini karena selain kebijakan import cengkeh, Bangsa ini juga sedang menghadapi wabah virus Corona yang cukup berdampak terhadap perekonomian Negara.

“Saya sudah ketemu pengusaha besar di Surabaya dan Jakarta, seperti PT Sampoerna, dan juga PT Gudang Garam , tapi karena import cengkeh dari luar negri sangat banyak makanya cengkeh didalam negri jadi turun. Juga karena krisis global yang merupakan imbas virus corona ini cukup mengancam kondisi ekonomi dunia,” pungkasnya. (MG.0024)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *