oleh

Janji Tak Terealisasi, Akses Penghubung Dua Dusun Lumpuh Total

Lobar – Kecewa lantaran janji sertifikat gratis dari Kades tak jua ditepati, akhirnya jalan penghubung antara Dusun Murpadang dengan Dusun Bukit Tinggi Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat diblokir total dengan menebang pohon-pohon besar sepanjang Dua Kilo Meter.

Sahman salah satu warga mengungkapkan kekecewaannya terhadap mantan Kepala Desa yang baru saja terpilih kembali, lantaran dirinya mengikhlaskan lahan miliknya Delapan tahun lalu untuk menjadi jalan penghubung antara Dusun Murpadang dengan Bukit Tinggi lantaran dijanjikan akan dibuatkan Sertifikat Gratis tanah milik yang ditempatinya jika dirinya bersama warga yang lain, apa bila mau menyumbangkan lahan miliknya dibuat jalan penghubung tersebut.

Sepeserpun kami tak meminta ganti rugi asalkan kami dibuatkan sertifikat Gratis seperti yang dijanjikan oleh Pak Ahmad Muttakin yang kala itu menjabat dari tahun 2012 hingga tahun 2018.

 

Kamipun sudah sepakat untuk tidak akan membuka lagi akses jalan ini karena terlampau kecewa meskipun Sertifikat gratis yang dijanjikan akan terealisasi, sebab kami sudah terlampau kecewa, terlebih dalam perjalanan kepemimpinan Muttakin banyak juga persoalan lain yang tak perlu disebutkan satu persatu “, ucap Sahman”.

Situasi terkini disepanjang jalan terlihat puluhan pohon dan bambu tampak memenuhi bahu jalan. Akibat pemblokiran tersebut akses penghubung yang biasanya dilintasi kendaraan Roda Dua oleh warga kedua Dusun menjadi lumpuh total, sehingga warga Murpadangpun tak mampu menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki sepanjang Dua Kilometer untuk menuju akses jalan aspal jika hendak bepergian.

Baca Juga:  Satgas Yonif MR 413 Kostrad Salurkan 1.250 Paket Sembako Natal di Wilayah Perbatasan RI-PNG

Adapun Jumlah warga yang mengklaim pemilik lahan pada akses jalan penghubung tersebut sekitar 19 orang, mereka tetap bertahan dan tegas mengatakan tak akan membuka kembali jalan tersebut sampai kapanpun, meski ada upaya negosiasi nantinya. “Ketus Sahman didampingi para pemilik lahan lain”.

Situasi dilokasi pemblokiran jalan masih kondusip kendati demikian, warga Murpadang harus terisoler total karena tak bisa memamfaatkan pasilitas kendaraan sebagai sarana transportasi karena jalan penghubung total tak dapat dipergunakan sama sekali. (Ach.S)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *