oleh

Kades Penu Diminta Segera Salurkan BLT Kepada Warga

 

 

TALIABU – Aliansi Masyarakat Peduli Desa (AMPDes) menggelar aksi damai dengan melakukan penyebaran petaka dan baliho bertuliskan tuntutan masyarakat yang tersebar disejumlah titik di desa Penu, Kecamatan Taliabu Timur Kabupaten Pulau Taliabu Maluku Utara, Sabtu, 09/05/2020.

Koordinator AMPDes, Rizal Mahmudin, menyatakan bahwa Pemerintah Desa Penu lambat untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa kepada masyarakat.

“Pemerintah Desa harus secepatnya menyalurkan BLT kepada warga yang terdampak oleh Kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai pendemik yang tengah melanda dunia akhir akhir ini,” katanya, Sabtu (09/5/2020).

Semenatara itu, salah satu anggota AMPDes, Arafat, melalui WatsApp Pribadinya kepada media ini, Arafat mengatakan, pemerintah harus bertindak cepat memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease atau Covid 19, dan sudah seharusnya menjadi titik fokus kinerja pemerintah pusat hingga pemerintah desa.

“Upaya pemutusan penyebaran Covid-19, kami Aliansi Masyarakat Peduli Desa, berharap pemerintah desa Penu agar secepatnya menyalurkan BLT, karena anggaran BLT di programkan 3 Kali, untuk jangka waktu 3 Bulan yakni bulan April-Juni. Tetapi sampai sekarang sudah hampir masuk minggu ke 2 Bulan Mei penyaluran BLT untuk bulan April belum di salurkan,” ujar Arafat

Selain itu, Keterlambatan pencegahan penyebaran Covid-19 menurut Arafat, selama ini pemerintah kabupaten Pulau Taliabu selalu saja mengesampingkan kepentingan masyarakat Taliabu Timur terkhususnya desa Penu.

“BLT ini hanya salah satu saja bukti kelambatan pemerintah Kabupaten dalam menyelesaikan urusan di desa Penu, ada banyak bukti lain baik dari segi pembangunan maupun administrasi pemerintahan desa yang tidak di urusi secara serius oleh pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu,” jelasnya.

Baca Juga:  Abhan Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Bawaslu Halsel

Arafat juga sesalkan sikap dan kinerja pemerintah daerah Pulau Taliabu, terhadap kondisi yang ada didesa Penu yang belum mendapat perhatian khusus, baik dari segi pembangunan maupun administrasi pemerintahan desa yang tidak di urusi secara serius oleh pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu.

“Menurut informasi yang kami dengar katanya penyaluran akan di lakukan apabila sudah ada orang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa yang datang ke Desa Penu untuk mengawal proses penyaluran. Hal inilah yang membuat kami sedikit resah,” pungkasnya.

Selain mengkritisi persoalan keterlambatan BLT, AMPDes yang disampaikan oleh Arafat juga menyinggung soal Alat Pelindung Diri (APD) berupa Masker bagi warga yang juga tidak diseriusi oleh Tim Gustu Desa Penu. Menurutnya, penggunaan Masker adalah protokol Kesehatan yang dihimbau oleh pemerintah Pusat maupun Daerah.

“Sementara kami mendapat informasi bahwa dibeberapa desa sudah tersalurkan, kenapa di desa kami terlambat? Yang kedua terkait masker, kami berharap anggaran Covid-19 yang di alokasikan dari DD bisa di anggarkan untuk pengadaan masker agar di bagikan ke seluruh masyarakat desa Penu jangan malah menyuruh masyarakat membuat masker sendiri,” jelas Arafat pada Sabtu, 09 Mei 2020 pukul 07.00 pagi.

Pelaksana Tugas Desa Penu, Hasyim Fokaya yang baru saja menjabat, sekaligus sebagai Ketua Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 ketika dihubungi pagi tadi, pukul 11.00 melalui WatsApp pribadinya belum bisa terkonfirmasi hingga berita ini dipublish. (Deni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *