oleh

Kadisdikbud Malut Lantik MKKS dan MGMP Haltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Drs. Imam Makhdy Hassan | Foto: Rian.

HALTIM, MALUT — Pengurus Musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) dan Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), SMA / SMK Kabupaten halmahera timur periode 2011-2024 resmi dilantik. Pelantikan itu bertempat di Resto Kartika, Sabtu (11/9/21).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Drs. Imam Makhdy Hassan dalam sambutanya mengatakan, Pelantikan Pengurus MKKS dan MGMP haltim tersebut berdasarkan surat Keputusan Nomor 800/755/KPTS/DISDIKBUD-MU/202 dan surat keputusan Nomor 800/756/KPTS/DISDIKBUD-MU/2021 tentang pembentukan badan pengurus Musyawarah guru mata Pelajaran dan Musyawarah kerja kepala sekolah kabupaten Halmahera Timur.

Baca Juga:  Mantan Kabid Humas Polda Malut Mengutuk Pengrusakan Baliho AMR di Desa Belo

Dikatakannya, pembentukan MKKS dan MGMP itu berdaraskan undang – undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah, dan Permendikbud nomor 6 tahun 2008 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, naka musyawarah kerja kepala sekolah SMA dan SMK harus dibentuk di kabupaten/kota maupun tingkat provinsi.

Tujuan pembentukan MKKS Lanjut Imam, untuk memperluas wawasan dan pengetahuan kepala sekolah agar dapat melaksanakan tupoksi yaitu tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, supervisi guru dan tenaga kependidikan di sekolah serta fokus pada pengembangan delapan standar pendidikan.

Baca Juga:  Ijin APMS Bicoli Terancam Dicabut

“Pembentukan MKKS pada SMA dan SMK di kabupaten/ kota adalah sebagai wadah komunikasi, pembinaan dan peningkatan profesi serta karier kepala sekolah,” pinta Iman Makhdy pada saat menyampaikan sambutan.

Untuk itu Imam berharap, MKKS dan MGMP yang telah dibentuk ini menjadi sebuah wadah asosiasi atau perkumpulan kepala sekolah yang berada di kabupaten Halmahera Timur.

“Yang berfungsi sebagai sarana untuk saling berkomunikasi, belajar, bertukar pikiran dan pengalaman antar kepala sekolah dalam rangka peningkatan kinerja kepala sekolah sebagai ujung tonbak terjadinya peningkatan mutu pendidikan di sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:  Inspektorat Periksa Anggaran DD Desa Bobanehena

Menurut Imam, perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi berlangsung sangat cepat, untuk itu dunia pendidikan di era ini harus selalu mengikuti perubahan paradigma yang menuntut adanya perubahan fungsi dan peran kepala sekolah.

“Kepala sekolah tidak hanya melakukan kebijakan-kebijakan yang bersifat sentralistik, tetapi juga bergerak kearah desentralistik dan manajemen parsitipatif. Kepala sekolah tidak lagi bekerja secara individual yang cerdas tetapi juga harus bekerja secara team work yang cerdas,” tandasnya.

Baca Juga:  Asisten I Diperintahkan Bentuk Tim Usut Dugaan Korupsi DD dan ADD Desa Loseng

Lanjut Imam, kepala sekolah dituntut untuk aktif, kreatif, dan inovatif dengan kata lain kepala sekolah harus proaktif dan mampuh melakukan perubahan-perubahan di sekolah.

“Peran kepala sekolah dan guru profesional dalam proses pembelajaran sangatlah penting untuk memacu semangat belajar siswa. Walaupun saat ini Kita dibatasi dengan kondisi yang sangat tidak nyaman namun percayalah semua itu merupakan sebuah proses untuk mendewasakan kita menuju indonesia tangguh, indonesia tumbuh dan Maluku utara cerdas 2024,” pungkasnya. ( Rian).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *