Kasat Satpol PP : Bintek Ini Intinya Menghindari Persoalan Tugas Dengan kekerasan


TALIABU –
Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol-PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pulau Taliabu gandeng TNI -Polri menggelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) anggota.

Bimtek yang dilibatkan Danramil Taliabu Barat, Kapten Czi Edwin Efendi Unawekla dan Kasat Reskrim Polres Taliabu, Iptu I Komang Suriawan SH sebagai pemateri itu dilaksanakan di Balai Pertemuan Desa Kilong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, Minggu (19/03).

Kepala Satuan Polisi Pamongpraja dan Damkar Kabupaten Pulau Taliabu, Haruna Masuku, saat dikonfirmasi mengatakan, Bimtek Peningkatan SDM yang digelar ini, bertujuan untuk memberikan pembekalan terhadap anggota dengan melibatkan TNI-Polri. Sebab setiap saat kegiatan Satpol dan pemadam sering berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak kepolisian maupun TNI setempat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan anggota Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran dalam memberikan rasa aman, ketertiban serta perlindungan bagi masyarakat tanpa ada Pelanggaran HAM,” katanya.

Baca Juga:  Pjs. Bupati Maddaremmeng Pastikan Tidak Ada Roling Jabatan

Bimtek ini, kami melibatkan TNI – Polri karena tiap kegiatan kami, ketertiban maupun patroli sering kita koordinasi dan bekerjasama dengan TNI-Polri tujuannya agar kita mampu memberikan rasa aman dan ketentraman kepada masyarakat.

”Apalagi menjelang Bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriah ini pihaknya telah rutin melaksanakan kegiatan patroli bersama mitra kerja Satpol PP, sehingga Bimtek SDM yang digelar dapat menambah kemampuan anggotanya mengedukasi tanpa melakukan pelanggaran,” cetusnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Taliabu, Iptu I Komang Suriawan SH dalam materinya lebih fokus pada tugas- tugas pokok Satpol-PP di lapangan. Menurutnya, sudah saatnya Satpol PP memiliki penyidik tersendiri sehingga dapat melakukan pemetaan masalah dan solusi bagi masyarakat.

“Tugas penertiban masyarakat bagi anggota Satpol perlu dihindari dengan mengutamakan pendekatan yang manusiawi atau tanpa kekerasan,” katanya. (PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *