oleh

Kontribusi Muhammadiyah Dalam Penanganan Pandemi Covid-19

OLEH

Leli Sofyan S.Pd

 

Pandemi Covid19 melanda seluruh dunia, yang memberikan dampak keseluruhan sektor atau bidang kehidupan manusia sebarannya terjadi di 188 negara. Awalnya penyakit ini disebut pneumonia Wuhan, karena gejala yang serupa pneumonia. Pertama kali kasus ini di jumpai di kota Wuhan China akhir desember 2019 yang berasal dari sekelompok kasus pneumonia manusia yang memiliki gejala seperti demam, malaise, batuk kering dan dyspnea yang di diagnosis sebagai gejala virus pneumonia.

Badan atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awalnya menamai virus ini Novel Coronavirus (2019nCov) pada 12 Januari 2020 dan kemudian secara resmi mengubahnya menjadi penyakit coronavirus 2019 (covid19) pada 12 Febuari 2020.

Di Negara Indonesia kasus virus covid19 di temukan pada dua orang perempuan berusia 31 tahun bernama Sita Tya Sutami dan ibunya Maria Parmaningsih berusia 64 tahun setelah kontak langsung dengan warga Negara Jepang yang terpapar covid19.

Hal ini disampaikan oleh kepala Negara presiden Joko Widodo pada tanggal 02 maret 2020 ada 2 (dua) warga Negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit virus corona. Dalam konferensi pers saat itu, Jokowi menyebut dari hasil penelusuran Tim dari kementrian kesehatan , dua orang tersebut terjangkit corona setelah kontak dengan warga Negara Jepang.

Ada beberapa kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menangani pademi covid19 di Indonesia Antara lain adalah mengkampenye massal memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun (3M). Pada akhir tahun 2020 pemerintah mulai menetapkan program vaksinasi nasional.

Organisasi Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan (Ormas) terbesar  di Indonesia seperti Nahdatul Ulama (NU) yang bergerak dalam pembaharuan Islam sejak permulaan abad ke 20, sebelum masa kemerdekaan Indonesia sudah memberikan warna terhadap bangsa ini dengan memberikan kontribusi membantu dibidang kesehatan, pendidikan, sosial kemasyarakatan.

Muhammadiyah sejak awal berdirinya berkomitmen menghadirkan Islam yang berkemajuan, lahir di Yogya yang di dirikan oleh  Raden Ngabehi Muhammad Darwisy (KH Ahmad Dahlan) Muhammadiyah sebagai asset bangsa dalam arena civil society selalu respon terhadap apa yang sedang terjadi atau yang di butuhkan oleh bangsa ini, seperti hal nya pandemi covid19 yang memberikan dampak yang luas terhadap anak bangsa ini terutama sektor kesehatan dan ekonomi.

Baca Juga:  Aliong Mus - Ramli Mulai Kampanye 2 Oktober di Taliabu Barat Laut

Sejak awal pandemic covid19 di Indonesia pengurus pusat (PP) Muhammadiyah sudah menginstruksikan pengurus di setiap daerah untuk membantu pemerintah menanggulangi wabah pandemic ini.

Muhammadiyah membentuk Muhammadiyah Covid19 Command Center (MCCC), melalui MCCC koordinasi kerja penanganan pandemi ter struktur dari pusat hingga tersebar keseluruh provinsi yang ada di indonesia.

Ada 4 point strategis yang dilakukan oleh Muhammadiyah untuk menangani pandemic ini, melalui peranan kebangsaan seperti yang disampaikan oleh Rahmawati Husein wakil ketua Muhammadiyah Disaster Command Center (MDMC) dalam satu system komando utuh MDMC.

Dalam waktu Sembilan bulan membantu pandemi ini , Muhammadiyah sudah menghabiskan dana sebanyak 307 miliar dan memberikan kemanfaatan pada 28 juta masyarakat Indonesia.

Empat point strategis yang dilakukan Antara lain pembagian kerja dibidang penyuluhan, pelayanan kesehatan, advokasi kaloborasi dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar seluruh warga Indonesia tanpa melihat latar belakang suku dan agama.

Dibidang Penyuluhan, MCCC telah melakukan upaya promotif dan preventif dalam rangka peningkatan kesadaran dan pemberian informasi public melalui berbagai media seperti televisi, radio, Koran, majalah, program webinar, pengajian hingga mobil keliling. Secara preventif, usaha yang dimulai dengan menyusun pedoman fatwa keagamaan terkait peribadatan bagi warga Muhammadiyah hingga pembagian masker, APD dan penyemprotan disinfektan terhadap seluruh  rumah ibadah berbagai agama yang mampu dijangkau MCCC.

Di bidang pelayanan kesehatan, Muhammadiyah memberikan pelayanan kesehatan Covid dari tes hingga menyediakan shelter untuk isolasi pasien positip Covid. Muhammadiyah juga menyediakan layanan konsultasi medis dan psikologi.

Di bidang advokasi dan kolaborasi Muhammadiyah terlibat dalam tim Gugus Tugas Covid 19 milik pemerintah. Sehingga memberikan masukan langsung dan tidak langsung pada pemerintah.

Di bidang pemberdayaan Masyarakat, melalui gerakan ketahanan pangan, gerakan kepentingan keluarga dengan Asian foundation , bantuan social, bantuan guru melalui urban farming, UMKM, Canthelan, Jumat Berkah. Peran perempuan bergerak di Aisyiyah dan ‘Aisyiyah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *