oleh

Lakukan Pelanggaran Pemilu, KPU Provinsi Diminta Gugurkan Rahman dan Abubakar

-Politik-1.121 views
Pemeriksaan DA 1 plano yang disaksikan oleh saksi parpol,komisioner KPU serta ketua dan komisioner Bawaslu Halteng

WEDA – Komisi Pemilihan Umum  (KPU) Provinsi Maluku Utara diminta untuk menggugurkan Calon Anggota KPU Halteng Rahman Tekka dan Abubakar Ibrahim yang saat ini masuk dalam tahapan 10 besar.

Hal itu dikarenakan, Rahman Teka yang saat ini menjabat sebagai Ketua PPK Patani Timur melakukan pelanggaran dengan cara menambah suara salah satu Caleg dari PDI-P atas nama Kabir Hi. Kahar.

Sementara Abubakar Ibrahim yang saat ini menjabat Ketua KPU, bukannya membatalkan hasil pleno Kecamatan Patani Timur, tapi turut serta melegetimasi kecurangan yang terjadi, sehingga keduannya telah bersama sama mencedrai atau telah melakukan pelanggaran Pemilu. Keduanya kuat diduga melakukan pelanggaran, karena Rahman Tekka selaku Ketua PPK Patani Timur menerbitkan dua Form DA1 yang berbeda dengan menggenjot suara Kabir Hi. Kahar pada saat pleno Rekapitulasi Hasil Pileg di tingkat KPU yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor DPRD Halteng, Sabtu (4/5/19) lalu.

“Bawaslu dan KPU, kami ingin tegaskan dari DA1 yang diterbitkan PPK Patani Timur, suara Kabir digenjot naik, sehingga tidak lagi sesuai form C1,”ungkap Sahrun Djafar kepada wartawan minggu, (5/5/19).

Sahrun menambahkan, kecurangan di tingkat PPK ini terstruktur Sistematis dan Masif ditingkat penyelenggara KPU, PPK hingga di tingkatan KPPS. Ini terlihat jelas dengan bukti, dimana kasus Penanda tanganan Plano lebih dulu sebelum dilakukan penghitungan suara atas perintah Ketua KPPS 1 Desa Sakam dengan tujuan untuk menggelumbungkan suara Kabir Hi. Kahar.

“Semua suara caleg lain di Parpol yang berbeda yakni PBB, Hanura, Gerindra, PKS, termasuk suara caleg sesama PDI-P dibaca habis untuk Menggenjot Suara Kabir Hi. Kahar, Caleg PDI-P nomor urut 4 di wilayah Dapil II tersebut,”kata Sahrun.

Sahrun mengaku, peristiwa di Desa Masure, Kecamatan Patani Timur dimana kasus mutasi suara Caleg Hanura Nomor urut 1 Gazali Syamsudin ke Caleg lain atas nama Kabir Hi. Kahar dari PDI-P ini di skenariokan oleh penyelenggara PPK sampai KPPS, begitu juga dengan kasus pergeseran suara di Form C1 dari caleg lain ke Kabir Hi. Kahar yang dilakukan anggota KPPS di TPS 2 Masure ini membuktikan upaya memenangkan salah satu caleg di Patani Timur oleh pihak Penyelenggara dari tingkat PPK sampai KPPS di desain secara Terstruktur, Sistematis dan Masif oleh penyelenggara di Patani Timur.

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2019, ASN Dihimbau Tetap Netral

“Kasus ini sudah ada Form Keberatan yang diajukan oleh Saksi Hanura khususnya di Desa Sakam, namun ada pertimbangan dari pihak Hanura di Patani Timur yang dapat merugikan Caleg PDI-P Kabir Hi. Kahar sehingga keberatan Parpol tersebut tidak lagi di dorong dan di tindak lanjuti di tingkat Pleno PPK Patani Timur,”ungkap Sahrun Sambari memperlihatkan bukti dua dokumen DA1 yang diterbitkan PPK Patani Timur dan Video C1 Plano yang di tanda tangani lebih dulu sebelum dilakukan penghitungan ulang kepada wartawan di lokasi pleno.

Sementara itu Saksi lain Irawan Sileleng mengatakan, dalam pleno di tingkat KPU, ada saksi dari enam partai politik yang menolak rekapitulasi hasil untuk wilayah Dapil II.

“Lima Parpol yang menolak hasil pleno wilayah Dapil II, yakni Saksi Partai PDI-Perjuangan Sahrun Djafar dan Muis Karim, Saksi PKB Al Faris, Saksi Perindo, Saksi PSI Jeni Merek, Hamdan Halil dari Saksi Demokrat yang ikut bersama menolak hasil rekapitulasi di tingkat KPU,”tegasnya.

Terpisah Ridwan Arif, salah satu Caleg di wilayah Dapil II menyesalkan sikap KPU dan Bawaslu Halteng yang terkesan cuek dengan kecurangan yang nyata-nyata terjadi selama proses tahapan Pileg berlangsung.

“Konspirasi Kejahatan ini sangat masif, saya ingin pertegas bahwa dalam proses pleno tingkat KPU, saya tidak lagi memiliki kepentingan personalitiy di rapat pleno KPU, melainkan kepentingan saya adalah penegakan keadilan pemilu bukan Konspirasi mengamankan dan mengaminkan kejahatan. Yang salah katakan salah dan benar katakan benar,”tutup Ridho.

(iLx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *