oleh

Mantan Kades Wokajaya Diduga Tilep Dana Bumdes

-Hukrim-976 views
kantor Desa Wakojaya Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur

MABA –  Mantan kepala Desa Wakojaya, Ali Togubu, diduga kuat menilep dana Badan usaha milik desa  (Bumdes) Desa Wokajaya, kecamatan Wasile, kabupaten Halmahera Timur.

Hal ini diakui langsung oleh  sejumlah warga yang enggan menyebutkan namanya. Mereka menilai program Bumdes tidak dilakukan sesuai dengan paraturan pemerintah. Warga curiga dengaan program Bumdes di wilayah mereka itu di curigai fiktif. Lantaran program Bumdes mulai dari kantor serta kegiatan tidak dilakukan sama sekali di desa Wakojaya.

Padahal menurut mereka, Bumdes adalah lembaga milik desa yang di kelolah oleh pemerintah desa diperuntukan untuk kepentingan masyarakat dengan tujuan, guna memperkuat perekonomian yang di bentuk berdasarkan potensi yang ada di desa tersebut.

Mantan kepala desa Wakojaya  Ali Togubu, yang di wawancarai wartawan Focusmalut.com di kediamannya, pada Rabu (12/12/18) tadi. Mengungkapkan bahwa, soal dana Bumdes pada tahun 2017 dia mengalokasikan angaran sebesar Rp 115.000.00, itupun kata dia sempat macet di karenakan Iksan Guanane selaku ketua Bumdes desa Wakojaya mengundurkan diri.

“Pak Iksan mengundurkan diri, langsung di gantikan oleh Pak Asip Togubu yang juga kaka saya dan dana Bumdes itu, sementara ini di kelolah dalam hal simpan pinjam,” ungkapnya.

Bahkan mantan Kades ini juga mengakui, bahwa angaran Bumdes tersebut juga di gunakan untuk kegiatan PKK dalam mengikuti perlombaan  desa di kabupaten sebanyak Rp, 70 juta.

“Anggran 70 juta itu, sampai sekarang belum dikembalikan,” kata Ali

Terkait masalah tersebut, ketua gerakan perjuangan ekonomi kerakyatan (Gerpolek) Halmahera Timur, Arjun Onga, mengatakan masalah pengelolaan dana Bumdes di desa Wakojaya akan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, karena menurut  dia dana Bumdes tidak diperuntukan untuk kepentingan masyarakaat desa. Untuk itu, setiap penyalahgunaan uang rakyat harus di proses secara hukum.

“Kami sudah ada datanya dan ini merupakan pelanggaran serius, kami juga akan mempersiapkan berkas laporannya  dan akan melaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara,” kecam Arjun.

Dia juga meminta, setelah kasus ini dilaporkan, pihak Kejati Malut segara mungkin memanggil Ali Togubu selaku mantan kepala desa Wokajaya untuk di periksa terkait dengan penyalahgunaan anggaran Bumdes.

Dikatakan, mantan kepala desa Wokajaya sengaja melangar undang-undang sebagaimana dalam  Pasal 28 tahun 1999 dan pasal 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi,” tutup dia. (pan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *