oleh

Oknum PTT DPMD Halsel Diduga Buat Kegaduhan di Desa Wayatim

Rapat Mediasi Polsek Bacan Timur Bersama BPD Desa Wayatim, Kepala Desa dan Masyarakat, Rabu (8/4/2020) waktu lalu. [ Foto : Istimewa ]

HALSEL – Beberapa waktu lalu, Publik Halmahera Selatan dikejutkan dengan beredarnya vidio kericuhan di Desa Wayatim yang diunggah di sosial media dengan durasi 2 menit 11 detik.

Video berdurasi 2 menit tersebut diduga salah satu oknum PTT Dinas PMD Halsel yang diketahui namanya Ardi Yasim, Rabu, 8 April 2020 lalu, menjadi biang kerok sehingga timbulnya kericuhan dikalangan masyarakat Desa Wayatim Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, Kamis (16/4/2020).

Berdasarkan penelusuran Media Fokus Malut dilapangan, beberapa sumber terpercaya mengatakan ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh Kepala Desa Wayatim Sainudin Hi. Adam.

Ketua BPD Desa Wayatim, Adam Hatay kepada media ini mengungkapkan bahwa permasalahan ini sudah lama, “Bahkan Publik se antero Halmahera Selatan tahu bahwa kondisi desa Wayatim terpuruk soal pengelolaan anggaran dana desa,” ungkap Adam kepada wartawan Fokus Malut, saat disambangi dikediamannya Desa Wayatim, Rabu (15/4/2020) kemarin.

Kisruh internal desa Wayatim ini lanjut Adam, sudah terjadi sejak lama, untuk itu ia meminta pemda Halmahera Selatan segera mengambil tindakan tegas atas persoalan tersebut.

“Pemerintah dalam hal ini, Bupati dan kepala dinas PMD segera mengambil sikap secepatnya,” tegas Adam.

Adam bahkan membeberkan, sejak dilantik 11 Desember 2017 lalu, Sainudin Hi. Adam hanya mengerjakan pekerjaan fisik berupa renovasi bak air bersih di tahun 2017, pengadaan lampu tenaga Surya delapan buah di tahun 2018 dan pembangunan rumah guru di tahun 2018, ” itu saja program fisik yang dibangun. Sisanya itu, insentif dan pos-pos anggaran seluruhnya tidak terealisasi,” tambahnya.

Baca Juga:  Porprov Malut ke III 2019 Resmi Ditutup

Lebih lanjut, Adam juga menuturkan sikap ketidakpahaman Ardi yang mengaku utusan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Halsel untuk hadir ditengah-tengah masyarakat, sehingga timbullah amarah masyarakat dan nyaris dikeroyok masa.

“Kehadiran Ardi kami tidak tahu. Kami sempat menanyakan hal itu dihadapan Kapolsek Bacan Timur. Karena yang kami tahu, kehadiran Kapolsek dan anggotanya di Desa Wayatim untuk menyelesaikan masalah aduan Kades terhadap masyarakat. Aduan itu katanya kami (masyarakat) menghalang-halangi pembangunan rumah guru tersebut, ” jelas Adam

Pernyataan yang sama, juga disampaikan Ramli Abdullah selaku tokoh masyarakat Desa Wayatim. Ia mengatakan, kehadiran Ardi dihadapan masyarakat Wayatim sudah memicu konflik yang sangat besar.

“Ardi bagi kami jabatannya sebagai operator desa. Kalau memang atas nama DPMD, Mana surat tugasnya ? Dan kehadiran saudara di Wayatim dalam rangka apa !,” Kata Ramli sembari mengulangi pertanyaan saat rapat waktu lalu.

Ramli juga menyebut, “sebagai tokoh yang dipercaya oleh masyarakat, kami dengan tegas sudah berkomitmen atas nama masyarakat, yang pertama ; mendesak Bupati segera copot Kades Wayatim yang nyata nyata sudah melakukan korupsi dana desa. Kedua, tidak ada niat sedikitpun menghalangi proses pembangunan fisik di desa Wayatim tapi ulah Kades sendiri sehingga masyarakat jadi sengsara bahkan tidak menikmati yang namanya anggaran desa,” cetusnya. [ IL Fcm ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *