Rembuk Stunting, Sekda Taliabu Minta Seluruh Stakeholder Bekerja

TALIABU – Hasil presentasi secara Nasional, terkait dengan stunting, Provinsi  Maluku Utara, terutama Kabupaten Pulau Taliabu, masuk pada kondisi akut kronis dengan presentasi prevalensi stunting 35,2 persen. Mengantisipasi persoalan ini, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu gelar rembuk stunting, Senin (23/05) Sore kemarin, di aula kantor Bupati.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, Dr. Salim Ganiru dan dihadiri pimpinan OPD lingkup Pemkab Pulau Taliabu termasuk para kepala pemerintahan kecamatan.

Sekda Pulau Taliabu, menyebutkan saat ini Provinsi Maluku Utara, berada pada kondisi akut kronis dengan prevalensi stunting di atas 20 persen yaitu sebesar 27,5 persen berdasarkan pada survei status gizi indonesia tahun 2021 dan menduduki peringkat ke -13 tertinggi stunting di indonesia.

Baca Juga:  Soal Pesan WhatsApp, Tudingan GAMKI Salah Alamat

Sementara Pulau Taliabu sendiri memiliki angka prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Maluku Utara berdasarkan data SSGI tahun 2021 yaitu sebesar 35,2 persen. “Situasi ini jika tidak segera di atasi, maka akan dapat mempengaruhi kinerja pembangunan yang menyangkut kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Ia menjelaskan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Kondisi ini, disebabkan tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak masih dalam kandungan.

“Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan. kondisi ini diakibatkan oleh asupan gizi ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit,” paparnya.

Baca Juga:  Bupati Minta Pj. Kades Secepatnya Kembali ke Desa

Stunting itu sendiri berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan bahkan stunting diperkirakan berkontribusi pada berkurangnya 2-3 % produk domestik bruto (pdb) setiap tahunnya.

Untuk itu ia menggambarkan, langkah penurunan stunting yang memerlukan beragam langkah seperti intervensi terpadu, intervensi program spesifik dan sensitif dalam mendorong konvergensi, efektivitas melalui penetapan target penurunan stunting, penyusunan strategi intervensi, penyusunan anggaran dan rencana program / kegiatan, pelaksanaan program dan kegiatan Serta monitoring dan evaluasi.

Sejalan dengan visi misi Pemkab Pulau Taliabu Periode 2017 – 2022, melanjutkan harapan masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu yang maju, mandiri dan sejahtera, membangun sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, sehat jasmani dan rohani, taat azas saling menghormati hak dan kewajiban, serta taat terhadap aturan hukum dan moral yang mana untuk mensukseskan hal tersebut membutuhkan konvergensi.

”Konvergensi adalah suatu penggabungan aksi yang terorganisir dan mengarah pada satu titik tujuan bersama. aksi konvergensi merupakan aksi yang membutuhkan komitmen kuat dari pemerintah daerah hingga – elemen terkecilnya, baik kecamatan, desa, lembaga sosial kemasyarakatan dan keagamaan, organisasi profesi, media massa, dunia usaha dan masyarakatnya sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga:  9 Korban Tenggelamnya KLM Garuda Masih Dalam Pencarian

Dengan demikian, konvergensi penanggulangan stunting menjadi tanggung jawab bersama, pemerintah dan setiap keluarga karena stunting dalam jangka panjang berdampak buruk tidak hanya terhadap tumbuh kembang anak _ tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibat pada kerugian ekonomi. mulai dari pemenuhan gizi yang baik mulai dari remaja, calon pengantin hingga 1000 hari pertama kehidupan anak.

“Saya menitipkan tugas besar ini kepada seluruh pemangku kebijakan yang ada di Kabupaten Pulau Taliabu, wujud aksi konvergensi ini harus kita buktikan dengan memberikan aksi yang nyata, kesungguhan dalam _ setiap penentuan kebijakan, bagaimana membangun program yang betul-betul terintegrasi dan fokus terhadap penanganan stunting di Kabupaten Pulau Taliabu,” pintanya.

Baca Juga:  Tunjangan Pimpinan DPRD Sula Diduga Tidak Sesuai Ketentuan

Ia juga mengkampanyekan kepada seluruh masyarakat serta seluruh OPD lingkup pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, untuk turut memiliki peran aktif dalam mensosialisasikan penanganan stunting di Kabupaten Pulau Taliabu.“Mengakhiri sambutan ini, saya mengajak semua pihak untuk bekerjasama dalam mendukung percepatan penanganan stunting kabupaten pulau taliabu melalui aksi konvergensi penurunan stunting,” akhirnya. (Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *