UNTUK Lingkungan, Harita Nickel Tanam Mangrove di Desa Soligi

Kegiatan penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Soligi, Kecamatan Obi

HALSEL – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan, kembali mengambil langkah penting dalam menjaga lingkungan dengan melakukan penanaman 500 bibit mangrove di kawasan pesisir pantai sekitar Desa Soligi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 5 November 2023, dan menjadi bagian dari peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2023.

Bowo Budileksono, Deputy Head HSE (Health, Safety, and Environment) Site Operation Harita Nickel, mengatakan bahwa program ini adalah wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan pesisir. Akar mangrove yang kokoh berperan sebagai pemecah ombak, memberikan perlindungan dari abrasi pantai, serta mendukung ekosistem pesisir yang kaya akan kehidupan, termasuk berbagai jenis burung, kepiting, dan satwa pesisir lainnya.

“Kegiatan ini juga dalam rangka mendukung program rehabilitasi mangrove nasional yang sudah kami laksanakan sejak tahun 2021,” ungkapnya.

Dalam menjalankan program ini, Harita Nickel tidak hanya sekadar menanam bibit, tapi juga secara berkala melakukan perawatan dan pemantauan. Perusahaan turut menjalin kolaborasi dengan pemerintah Desa Soligi, dan turut memberdayakan masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian ini.

Acara ini juga turut dihadiri oleh Sekretaris Desa, Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan kelompok masyarakat pecinta mangrove binaan Harita Nickel dan Universitas Khairun Ternate.

Rusman Baharudin, selaku Kepala Urusan Tata Ruang Desa Soligi, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Harita Nickel yang telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan pesisir Desa Soligi.

“Saya berharap upaya yang telah dilakukan oleh perusahaan dapat terus berlanjut, sehingga ekosistem mangrove di Desa Soligi terus terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ungkap Rusman.

Program ini awalnya dimulai di Desa Soligi pada tahun 2021 dan meluas di tahun 2022 ke tiga lokasi lainnya, termasuk Desa Awanggoa dan Belang-Belang di Kecamatan Bacan, serta Desa Guruapin di Kecamatan Kayoa. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari upaya perusahaan yang sebelumnya telah menanam lebih dari 47.000 bibit mangrove. Sejak tahun 2021 hingga saat ini, total penanaman dan rehabilitasi bibit mangrove sudah mencapai lebih dari 23 hektar.

Baca Juga:  Hari Pertama Tes CPNS Pultab, 61 Peserta Lolos Passing Grade 

Selain penanaman mangrove, program dan upaya pelestarian lingkungan lainnya yang telah dilakukan oleh Harita Nickel, antara lain;
memasang sistem pemantauan kualitas air dan emisi untuk memastikan pemantauan berkelanjutan atas semua limbah dan emisinya serta kepatuhan terhadap standar kualitas yang berlaku, termasuk alat SPARING untuk kualitas air dan Sistem Pemantauan Emisi Berkelanjutan,
melakukan revegetasi lahan bekas tambang yang dipantau secara berkala oleh pihak independen, dan
menjalankan program konservasi lingkungan melalui penempatan terumbu karang buatan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Tentang Harita Nickel

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel merupakan bagian dari Harita Group yang mengoperasikan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Selain IUP Pertambangan, perusahaan sejak 2016 telah memiliki pabrik peleburan (smelter) nikel saprolit dan sejak 2021 juga memiliki fasilitas pengolahan dan pemurnian (refinery) nikel limonit di wilayah operasional yang sama. Kedua fasilitas tersebut hadir untuk mendukung amanat industrialisasi dari pemerintah Indonesia. Harita Nickel menjadi pionir di Indonesia dalam pengolahan dan pemurnian nikel limonit (kadar rendah) dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL). Teknologi ini mampu mengolah nikel limonit yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, menjadi produk bernilai strategis berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Dengan teknologi yang sama, MHP sebagai intermediate product telah berhasil diolah menjadi produk akhir berupa nikel sulfat dan kobalt sulfat yang merupakan material inti pembuatan katoda sumber energi baru, yaitu baterai kendaraan listrik.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *