Bahkan, Sandi mengutarakan kenangannya bersama Ridwan Kamil saat memberikan saran agar menggunakan peci. “Sering ngusulin saya (agar) pakai kopiah, (efeknya) nambah kegantengan 30-35 persen,” katanya.
Dua figur tersebut menjadi sorotan karena kasus salah paham. Untuk mencairkan suasana, Sandi meminta maaf. Menurutnya, pernyataan bahwa kepala daerah agar fokus menjalankan roda pemerintahan dan tidak ikut aktif dalam suksesi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ditujukan untuk pemimpin daerah yang berasal dari partai koalisi pendukungnya.
“Saya klarifikasi, pernyataan kami untuk koalisi Prabowo-Sandi. Kami memutuskan kepala daerah yang terpilih dari koalisi, fokus membangun daerahnya,” ujar Sandi saat di Bandung Barat.
