oleh

Terkesan Ghiob, Warga Bobanehena Pertanyakan Retribusi Wisata Rappa Pelangi

-Halmahera-256 views

JAILOLO – Warga Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo mempertanyakan dana retribusi masuk di lokasi wisata Rappa Pelangi Bobanehena.

Pasalnya, setiap wisatawan baik wisatawan lokal, naisonal dan international berkunjung ke lokasi wisata, selalu dipungut biaya retribusi, namun hingga saat ini, anggaran tersebut tidak diketahui jelas mengalir dimana, padahal potensi wisata Rappa Pelangi, merupakan potensi desa, namun pendapatan retribusinya tidak jelas.

“Selama ini masyarakat bertanya tanya, retribusi yang selalu dipungut itu untuk apa dan untuk siapa, karena hingga saat ini masyarakat tidak tahu soal retribusi yang dipungut setiap hari,”ungkap Bahri H. Sangaji kepada wartawan Kamis (2/5/19) dengan nada tanya.

Bahri mencontohkan, jika dalam satu hari retribusi yang dipungut itu Rp 50 ribu, maka dalam satu bulan saja retribusi yang terkumpul Rp. 1,5 juta, tapi wisata Rappa Pelangi sudah beroperasi kurang lebih tiga tahun, maka dana yang terkumpul sudah berkisar Rp. 54 juta lebih yang tidak diketahui alias ghiob.

“Itu hanya contoh kecil satu hari Rp. 50 ribu saja sudah Rp 54 juta, tapi tidak ada kejelasan, sehingga kami berharap Pemerintah Desa dan Popdarwis sebagai pengelolah objek wisata harus transparan, sehingga masyarakat tidak menaru curiga,”pungkasnya.

(HB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *