oleh

APMS Bicoli Diduga Selundupkan BBM Ke Halteng

 

MABA – Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Desa Bicoli Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) diduga menyelundupkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin ke Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

APMS yang baru saja beroperasi kurang lebih dua bulan ini ditemukan warga, telah menyelundupkan bensin ke sejumlah wilayah dengan harga yang jauh lebih mahal. Padahal, jatah BBM yang dijual oleh APMS itu diperuntuhkan untuk warga Haltim, lebih khusus lagi untuk warga di Kecamatan Maba Selatan.

“Ada oto open cup (pic up) dari Subaim datang ambil bensin di sini (APMS Bicoli,red), ada juga bensin yang di bawa ke Halteng,” kata salah satu saksi yang tak mau namanya disebutkan.

Menurut saksi tersebut, bensin yang diangkut ke Halteng jumlahnya tidak sedikit, satu sampai dua ton setiap pasokan BBM masuk ke APMS.

“Bensin itu di tap ke gelong, kemudian di angkut dengan mobil ke pantai, setelah dimuat ke perahu untuk di bawa ke Halteng,” beber saksi tersebut.

APMS yang dikelolah oleh Julkifli Abas ini, rupanya lebih suka melayani orderan gelong yang mencapai hingga ribuan liter ketimbang melayani warga. Ini karena orderan gelong keuntungannya sangat menjanjikan, harga per liter di patok Rp. 7.500, padahal harga subsidi Rp. 6.400. Praktis Julkifli meraup keuntungan Rp. 1.100 per liter.

Baca Juga:  Kanwil Kemenkumham Malut Gelar Sosialisasi Jaminan Fidusia di Taliabu

Meskipun wartawan telah mengantongi bukti foto penyelundupan BBM ke Halteng. Julkifli masih saja mengelak. Menurutnya, dia hanya melayani permintaan warga Halteng dengan jumlah yang sedikit.

“Cuma tiga gelong selagi mereka (Warga Halteng) butuh saya tetap layani, saya akan bijaki, jadi biar mereka ambil tidak berpengaruh pada stok,” tepisnya, saat ditemui wartawan di lokasi APMS, Minggu (2/12).

Apapun alasannya, apa yang dilakukan oleh Julkifli tidak bisa dibenarkan karena bertentangan dengan aturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tentang penjualan BBM bersubsidi ke pengecer. APMS bisa menjual ke pengecer jika ada surat rekomemdasi dari pemerintah daerah setempat.

“Kami minta pemerintah daerah bersama Pertamina Tobelo agar mengambil sikap sebelum warga yang mengambil sikap, karena sangat merugikan kami sebagai warga di sini,” tegas warga setempat. (SK/IK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *