oleh

BKO 100 Personel Brimob Polda Malut ke Papua

-TNI-POLRI-309 views

Ternate – Sebanyak 100 personel Brigade Mobile (Brimob) Polda Maluku Utara (Malut) kembali mendapat kepercayaan penuh dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk yang kedua kalinya di BKOkan ke Polda Papua aman Nusa satu.

Upacara pengantaran satgas aman Nusa satu BKO Polda Papua Sat Brimob Polda Malut, dipimpin langsung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Malut, Brigjen (Pol) M. Naufal Yahya bertempat di kompi B Sat Brimob Polda Malut, Kecamatan Kota Ternate Utara, Rabu (31/10/2018).

Usai upacara, Kapolda Malut, Brigjen (Pol) M. Naufal Yahya menekankan kepada setiap pimpinan regu untuk selalu melaporkan situasi sekecil apapun yang terjadi di lokasi sekitar kepada pimpinan baik pimpinan operasi maupun daerah.

Selain itu, Kapolda juga menekankan kepada semua personel untuk tidak melakukan gerakan tambahan dan selalu melakukan aktifitas secara kelompok bukan secara sendiri-sendiri, meskipun situasi di wilayah operasi masih bisa dikatakan aman.

“Memang tidak terlalu gawat disana tapi saya tekankan jangan meremehkan juga situasi di sana, dan tidak ada yang mabuk-mabukan di wilayah operasi, karena kita memang mengharapkan yang berangkat 100 personel maka pulang juga harus 100 perseonel tanpa ada yang tertinggal,” tegas Kapolda.

Jenderal bintang satu di Mapolda Malut juga menekankan, kepada seluruh anggota yang dipercayakan untuk melakukan pengamanan di Papua, agar tidak mengeluarkan tembakan terkecuali memang ada tembakan maupun kontak fisik satu dengan yang lain.

“Saya tidak mau dengar ada yang main senjata dan kena ke masyarakat, makanya saya minta kepada komandan baik kompi maupun regu agar selalu melakukan pemantauan terhadap personel masing-masing karena jika itu terjadi maka saya tidak segan-segan untuk menarik kembali,” akunya.

Menurut Kapolda, pengiriman personel yang dilakukan ini, bukan hanya terjadi di wilayah Polda Malur, karena penugasan ini juga dilakukan di beberapa Polda yang ada di Indonesia dengan jangka waktu selama 4 bulan lamanya.

Dirinya juga mengaku, sebelumnya ada permintaan personel untuk pengamanan tugas di Poso, namun permintaan tersebut bertepatan dengan pemungutan suara ulang (PSU) maka pihaknya menunda untuk melakukan keberangkatan.

“Brimob nusantara harus siap ditugaskan dimana-mana dan selalu siap setiap saat, karena tugas di wilayah operasi seperti ini merupakan tugas spesifik yang berbeda dengan tugas di daerah aman, karena tugas di lokasi rawan memiliki penekanan sesuai kerawanan daerah itu sendiri.,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *