oleh

Desak Naikan Harga Kopra, Ribuan Mahasiswa Bentrok Dengan Polisi

-Kabar Utama-1.768 views
Protes Mahasiswa turunnya Harga Kopra di depan Bandara Babullah Ternate

TERNATE –  Pemblokadean aktivitas jalan raya menuju Bandara Babullah Ternate dilakukan oleh ribuan mahasiswa yang tergabung dalam koalisi Perjuangan Rakyat (KOPRA) Maluku Utara menuntut kenaikan harga kopra itu, berakhir dengan pembubaran paksa oleh pihak kepolisian.

Aksi yang dilakukan ribuan mahasiswa sejak pukul 09.10 wit itu menuntut Pemerintah  Provinsi (Pemprov) dan pemerintah pusat agar segera menaikan harga kopra.

Mereka juga menilai Pemprov Malut dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Provinsi Malut lambat merespon anjloknya harga kopra. Mahasiswa bahkan sangat menyesalkan kebijakan yang diambil oleh pemerintah saat ini.

“ Pemerintah Provinsi maupun pemerintah pusat segera menstabilkan harga kopra yang sudah anjlok ini,” teriak salah satu masa aksi Sadat, dalam orasinya, Senin (19/11/18) tadi.

Menurut dia, turunnya harga kopra sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat petani kelapa di Maluku Utara.

“Kopra sangat berarti bagi kita masyarakaat Malut, Kopra juga mengantarkan kita menjadi orang yang sukses, sebagian besar masyarakaat Maluku Utara bergantung  pada hasil tani kopra, ” kata Sadat.

Dari pantauan dilapangan, setelah berapa jam kemudian, aksi yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa itu dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian lantaran dianggap mengganggu aktivitas lalulintas di Bandara Udara Sultan Babullah Ternate.

Tak terima dibubarkan, ribuan Mahasiswa ini melemparkan batu ke arah anggota Kepolisian, pihak kepolisian yang berjaga langsung menembak  gas air mata ke arah mahasiswa sebagai tembakan peringatan. Mahasiswa pun berhasil dibubarkan, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah mahasiswa yang dianggap sebagai profokator.

Hingga pukul 16.25 wit, kondisi jalur bandara Babullah yang sebelumnya diblokade mahasiswa itu kembali stabil setelah pihak kepolisian membubarkan masa aksi secara paksa. (iel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar