oleh

FP2G Bersama Masyarakat Dan Pelajar, Desak Pemda Halsel Naikan Harga Kopra

-Daerah-572 views

Kebun Raja, Maffa – Front Pemuda Peduli Gane (FP2G) berjuang untuk kepentingan masyarakat Gane.

Sabtu, 24 November 2018 kembali melakukan gerakan demonstrasi di beberapa desa dalam lingkup Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan.

Refleksi damai yang dilakukan oleh Front Pemuda Peduli Gane (FP2G), dan masyarakat, juga diikutsertakan pelajar-siswa-siswi dilingkup Kecamatan.

Selama perjalan mengelilingi beberapa desa di wilayah Gane Timur, massa aksi membentangkan spanduk penolakan atas anjloknya harga kopra. Selain itu massa aksi semuanya adalah petani dan anak-anak petani kopra.

Hal menarik dari aksi ini, salah satu siswa MTS-Maffa, meminta kepada moderator orator untuk diberikan kesempatan berbicara. Terdengar suara yang keluar dari siswa itu adalah mengecam Pemda agar harga kopra dinaikkan, karena untuk membayar SPP, membeli seragam, dan seterusnya tidak lain hasil dari ‘Kopra’.

Arismunandar Ali, S.Hut, dalam orasinya, mengecam Bupati Halmahera Selatan atas komentar yang dilontarkan di media massa beberapa hari yang lalu.

Sementara itu, Koordinator Aksi, Asrul Lamunu, mengajak kepada masyarakat Gane Timur agar sama-sama menyuarakan aspirasi kepada Pemerintah Daerah atas anjloknya harga Kopra. Menurutnya bahwa Kelapa tidak hanya sebagai hasil komoditi, namun kelapa sudah menjadi identitas masyarakat Maluku Utara, dan khususnya masyarakat Gane.

Hal senada juga di sampaikan oleh Pemuda desa Kebun Raja, M. Rifsan Basri dan Irham Sirajudin, kondisi harga kopra seperti itu akan berdampak buruk bagi masyarakat Gane Timur, bahkan bisa berdampak bagi siswa untuk tidak bersekolah lagi.

Ada beberapa tuntutan dari Front Pemuda Peduli Gane (FP2G), diantaranya 1) Mengecam Bupati Halmahera Selatan yang menyatakan bahwa ‘Halsel tidak berpengaruh dengan anjloknya harga Kopra’.
2) Mendesak DPRD segera mungkin membahas anjloknya harga kopra di wilayah Halsel.
3. Pemda mengambil langkah dan kebijakan untuk mencari solusi menaikan harga kopra dengan membentuk Badan Usaha Milik Daerah untuk membeli hasil kopra dengan harga yang lebih tinggi.

Diam dan tunduk adalah sebuah pengkhianatan, maka perlawanan adalah perjuangan suci, kalimat itu menutup aksi, yang disampaikan oleh Idham Amirudin, S.IP. (Chulen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar