oleh

Irman Ajak Calon DPD KNPI Adu Gagasan

-Figur-401 views
Irman Saleh

TERNATE – Mencermati kondisi ekonomi Maluku Utara (Malut) yang bias dibilang dalam kondsi terpuruk, maka sudah saatnya Pemuda yang tergbung dalam satu wadah perhimpunan yakni Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI) Malut mencari solusi dan peluang lapangan pekerjaan.

Menurut Calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Malut Irman Saleh, kondisi Maluku Utara yang pada taraf tertentu masih mengalami pelambatan progress pembangunan. Utamanya dalam aspek pembangunan ekonomi, maka menjadi penting generasi milenial (pemuda) harus berkolaborasi dan berkreasi dengan pemerintah daerah maupun stakeholder terkait untuk mendorong percepatan pembangunan di Maluku Utara. Hal ini penting, karena perubahan tak akan terjadi di era revolusi industri tanpa ada inovasi-inovasi dari kalangan muda. Olehnya pengembangan industri kreatif dalam menopang ekonomi Malut menjadi hal penting yang harus diwujudkan.

“Sudah saatnya kaum muda harus tampil memberikan solusi, atas problem biaya tinggi dalam transaksi ekonomi. Sebab, permasalahn daerah tidak hanya terletak di pundak Pemda, melainkan partisipasi aktif pemuda dalam memberi kotribusi pemikiran terhadap perbaikan dan kemajuan daerah sangat penting untuk dilakukan,”ungkapnya

Sebagai pemegang estafet, kata Irman, upaya mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat adalah hal utama yang perlu dipikirkan. Ruang dan kesempatan bekerja sangatlah terbatas pada satu sisi, sementara sisi lainnnya adalah jumlah pencari kerja semakin bertambah.

”Pada sisi ini dibutuhkan gagasan ekonomi kreative dari kaum muda untuk membantu mengurai benang kusut masalah yang terjadi di daerah,”kata Lex sapaan akab Irman.

Baca Juga:  Zulkifli Zam Zam Nahkodai IKBW Ternate

Redaktur senior SKH Malut Post ini, bahkan menawarkan beberapa gagasan dan agenda penting yang harus dilakukan untuk membangkitkan semangat kaum muda dari aspek ekonomi yakni, membangun kerjasama dengan pemda maupun swasta untuk memberikan permodalan bagi sumberdaya manusia (pemuda) guna mengembangkan kegiatan industri kecil menengah, membantu merumuskan roadmap pembangunan ekonomi malut yang lebih berkeadilan bagi semua pihak, Mendorong pembentukan kelompok-kelompok usaha kecil menengah sesuai dengan potensi SDA yang dimiliki dan Mengkampayekan ide one village, one product, sehingga dapat membantu mengatsi permasalahan biaya tinggi atas sumberdaya yang bisa di hasilkan dari dalam daerah.

”Saya mengundang semua calon untuk adu gagasan, karena saat ini saya baru bicara soal ekonomi dan hukum, jadi saya persilahkan calon kandidat lain untuk memunculkan gagasan lain atau ide lain terkait hukum dan ekonomi. Kita harus memunculkan narasi, dengan begitu pertaruangan KNPI kali ini bekualitas. Saya yakin KNPI Kabupaten/kota dan OKP menunggu gagasan para calon sebagai dasar keluarkan rekomendasi ke calon mana yang akan bertarung pada Juni mendatang,”pungkasnya.

(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *