oleh

Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Rumah Adat Masuk Babak Baru

-Hukrim-1.002 views

Kajari : Jika Dua Alat Bukti Cukup, Kita Tingkatkan ke Penyelidikan

Kajari Halsel, Christian C.R

TERNATE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan (Halsel), nampaknya serius mengusut dugaan kasus korupsi pembangunan rumah adat di kawasan wisata pohon karet.

Keseriusan Kejari Halsel dalam mengusut dugaan korupsi anggaran pembangunan rumah adat yang diduga merugikan negara sebesar Rp. 1,7 miliar itu, dilihat tim Kejari yang saat ini mulai melakukan Pengumpulan Bahan Keterangan  (Pulbaket) dan Pengumpulan Data (Puldata) di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Halsel.

“Kita sudah lakukan Puldata dan Pulbaket, jadi pihak pihak terkait sudah kita periksa untuk dimintai keterangan,”ungkap Kajari Halsel, Christian Carel Ratuanik ketika dikonfirmasi wartawan via handphone, Jumat (31/5/19).

Christian menjelaskan, tujuan Pulbaket dan Puldata, untuk membuat terang suatu perbuatan yang diduga melanggar hukum, sehingga pihak pihak terkait dari Disperkim dan pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan pembangunan rumah adat diundang untuk dimintai keterangan.

“Pulbaket dan Puldata paling lama 7 hari dan jika belum memperoleh keterangan maupun data, akan dilakukan perpanjangan selama 7 hari lagi untuk kegiatan Pulbaket dan Puldata,”jelasnya.

Kejari menegaskan, setelah Pulbaket dan Puldata dilakukan, maka tim akan melakukan analilisis hukum untuk dilakukan gelar perkara.

“Jika dari hasil gelar perkara ditemukan dua alat bukti yang cukup, maka ditingkatkan ke Penyelidikan yang akan dilakukan penyidik Pidana Khusus,”tegasnya.

(fi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *