Langkah Pemdes  “Perangi” Sampah di Kawasi

staf Desa Kawasi saat membersihkan sepanjang pantai desa Kawasi beberapa waktu lalu

HALSEL – Seperti daerah lainnya, Obi Desa Kawasi juga menghadapi masalah sampah, dari sampah rumah tangga hingga sampah plastik. Berdasarkan data yang diterima terdapat dua jenis sampah yakni organik dan sampah anorganik jenis plastik. Komposisi sampah plastik di Kawasi bisa dibilang meningkat dalam dekade ke dekade.

Namun, peningkatan sampah dalam beberapa  tahun terakhir. Pemerinta Desa (Pemdesa) bekerja sama dengan Perusahan setempat melalui kampanyenya berkomitmen mengurangi sampah.

Bagaimana kondisi sampah di Desa Kawasi dan rencana penanggulangannya?

Dalam keterangan yang diterima focusmalut.com, dari Pemdes Kawasi terhadap kurang lebih 400 kepala keluargaa yang berada di Desa Kawasi sampah yang dihasilkan per harinya bisa mencapai 2 ton. Banyak masyarakat di Desa Kawasi yang membuang sampah mereka begitu saja di sungai, laut, maupun di sudut-sudut desa. Meski ada sebagian masyarakat yang membakar sampah mereka, tetapi hal itu belum optimal dalam melenyapkan tumpukan sampah. Dari 2 ton sampah setiap hari itu jenis sampah plastik paling umum yang ditemukan di ekosistem pesisir, laut dan aliran sungai.

Kerja sama pihak Perusahan, Pemdes Kawasi merangkul masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera, Provinsi Maluku Utara dalam menyelesaikan masalah sampah. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk soft launching sistem pengelolaan sampah terpadu yang berlangsung pada Sabtu (21/09/2025) lalu. Kegiatan yang digagas oleh Pemdes Kawasi dan Perusahan ini diharapkan menjadi solusi atas penumpukan sampah di Desa Kawasi yang selama ini sering menimbulkan masalah, terutama dari segi kesehatan.

Baca Juga:  Rajut Kebersamaan, Pjs Maddaremmeng Ajak Wartawan Makan Bersama

Bendahara Pemdes Kawasi, Parto Jalal  menyampaikan, isu dan persoalan sampah berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat.  Sampah yang dibuang secara sembarang itu kemudian menimbulkan persoalan. Aliran sungai menjadi tercemar dan sampah yang berserakan juga merusak keindahan pantai Desa Kawasi. Padahal banyak masyarakat melakukan aktivitas di sekitar laut dan pantai seperti mencari ikan dan hilir sampi mudik transportasi antar pulau.  Akibatnya gangguan kesehatan akan muncul dari menumpuknya sampah, juga banyak jentik nyamuk dan bakteri yang tumbuh subur di tumpukan sampah tersebut dan mengancam kesehatan masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, Pemdes Kawasi memiliki konsep penyelesaian masalah sampah dari hulu ke hilir.

“Tiga langkah yang terdapat dalam konsep tersebut adalah meminimalkan timbulnya sampah (reduce), melakukan pengolahan sampah (recycle), serta memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan kembali (reuse),” jelasnya (bz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *