oleh

Peran Harita Cegah Gizi Buruk Dari Desa

-Kesehatan-1.002 views

Alexander : Stunting Adalah Isu Penting dan Patut Jadi Perhatian di Maluku Utara

HALSEL – Harita Nickel Division bersama Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Laiwui menyelenggarakan program kesehatan di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) , Provinsi Maluku Utara (Malut) yang berlangsung pada Selasa (14/1) kemarin.

Program kesehatan ini guna mengajak masyarakat untuk semakin peka terhadap pencegahan gizi buruk. Selain penyuluhan  juga terdapat kegiatan pemeriksaan anak stunting, pemberian imunisasi, kampanye perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemberian makanan tambahan (PMT) berupa biskuit, bubur bayi, dan susu.

Koordinator Program Gizi UPTD Puskesmas Laiwui, Djuita Kamaludin, menjelaskan Stunting menjadi persoalan yang diperhatikan dalam kegiatan ini. Ancaman stunting kata Djuita muncul karena kurangnya asupan gizi, sehinga kondisi itu membuat anak berbadan lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya, berat badan rendah, serta pertumbuhan tulang tertunda. Bahkan Stunting juga mengakibatkan terganggunya perkembangan otak sehingga memengaruhi produktivitas dan kreativitas di usia produktif.

“ Untuk itu, penyuluhan dan pemberian bantuan kesehatan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengatisipasi ancaman stunting,” kata Koordinator Program Gizi UPTD Puskesmas Laiwui, Djuita Kamaludin

Menurutnya, peran orang tua dalam mengantisipasi ancaman stunting pada anak sangatlah vital. Ia mengimbau kepada orang tua untuk aktif memeriksakan kondisi kesehatan anaknya ke posyandu.

“Cari tahu di posyandu, timbang dan ukur tinggi anak agar mengetahui kondisi kesehatannya, juga pemberian air susu ibu (ASI) kepada anak secara optimal dapat meminimalkan potensi terjadinya stunting,” tegasnya

pencegahan stunting, Kata Djuita, masuk ke dalam program nasional yang diawasi perkembangannya oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Hal itu karena sumber daya manusia (SDM) yang produktif di masa depan ditentukan oleh kondisi kesehatan anak-anak pada saat ini.

“Jika terkena stunting maka akan menurunkan kualitas SDM dan rentan terkena penyakit lainnya,” jelas Djuita.

Ketika ditemui, Adelsi seorang warga desa Kawasi merasa terbantu dengan adanya program kesehatan ini. Adelsi tiap bulan rutin membawa anaknya di periksa.

“Senang karena bisa memantau kesehatan anak dan mendapat makanan bergizi, terimakasih pihak UPTD Puskesmas Laiwui dan Harita Nickel Division,” kata Adelsi.

Deputy Head of Corporate Social Responsibility (CSR) Harita Nickel Division, Alexander Lieman, mengatakan bahwa isu stunting harus mendapat perhatian lebih. Stunting, menurut Alexander merupakan sebuah isu yang patut jadi perhatikan di Maluku Utara.

“Kami berharap dengan kontribusi kami yang tidak seberapa ini bisa membantu setidaknya masyarakat yang ada di sekitar kita,” ujar Alex sapaa akrabnya.

(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *