Demo Ikatan Pelajar Mahasiswa Wasile di depan kantor Kecamatan[/caption]
MABA – Ratusan massa aksi dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Wasile (IPMW) dan pemuda se-kecamatan Wasile, Senin (10/13/18). Menggelar aksi Demonstrasi di depan Kantor kecamatan Wasile Induk. Ratusan massa aksi ini mendesak Pemerintah kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur (Haltim) aga menaikan harga komoditi kopra.
Koordinator Lapangan Fadli Wahab dalam orasinya menyampaikan, anjloknya harga kopra adalah masalah besar yang harus di seriusi oleh Pemerintah Daerah. Ia menyebutkan anjloknya harga kopra membuat petani kelapa yang ada di Kecamatan Wasile Kabupaten Haltim sangat menderita .
“ Kami menuntut pemerintah kecamatan agar berusaha semaksimal mungkin dengan menghadirkan PLT. Pemerintah daerah halmahera timur juga bisa merespon dengan baik tuntutan kami ini,” teriak Fadli.
Korlap Fadli juga mendesak pemerintah kecamatan seharus lebih cepat melakukan koordinasi dengan Pemkab Haltim untuk membicarakan turunnya harga kopra.
“Pemerintah harus cepat, karena sejak 5 bulan terakhir ini, harga kopra merosot. Kemarin sempat tembus ke harga 1.800 perkilogram sekarang cuman Naik 200 perak dan menjadi Rp 2000. Kondisi ini kalau terus di biarkan akan sangat mempengaruhi ekonomi masarakaat,” tegas Korlap
Massa aksi juga mendesak Pemda Haltim segera membuat peraturan daerah (Perda) tentang harga komoditi kopra, tak hanya itu meraka juga mendesak agar Pemkab Haltim segera mencabut izin kelapa sawit di Wasile,membuat aturan tataniaga perdagangan kopra.
Setalah berorasi massa aksi juga mengancam akan datang kkemabli pada hari kamis, tanggal 13 Desember dan memboikot aktifitas perkantoran Pemerintah kabupaten Halmahera Timur. (Pan)
