oleh

Terancam Hukuman Mati, Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Kiki

-Hukrim-2.346 views

TERNATE – Kejahatan yang dilakukan pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap gadis (18) atas nama Qamaria Wahab Ibrahim alias Kiki warga desa Tahane Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Utara (Halut) akan menerima ganjaran berat.

Hal ini disampaikan langsung Direktur Reserse Kriminal Unum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut), Kombes Pol Anton Setiyawan dalam press release, Jumat (19/7/2019) yang berlangsung di ruang rapat Polres Tidore Kepulauan.

Menurut pengakuan pelaku, kejadian ini berawal di Malifut Kabupaten Halmahera Utara (Halut) saat korban hendak bertolak ke Sofifi dengan menumpangi kendaraan lintas Tobelo-Sofifi pada tanggal (15/7) lalu sekitar pukul 07.00 WIT.

Pelaku yang terlilit hutang dan tidak saling kenal dengan korban ini, selama dalam perjalanan sudah memiliki niat jahat dengan memilih melewati jalur yang tidak biasa dilewati atau jalur sepi.

Kejadian kasus tersebut menurut Anton, terjadi pada tiga Kabupaten yakni Kabupaten Halut yang menjadi lokasi pertama korban menumpangi mobil tersangka, Kota Tidore sebagai lokasi pembunuhan dan pemerkosaan serta Kabupaten Halteng sebagai lokasi jenazah korban ditemukan.

“Kasus ini pihak kepolisian juga mengeluarkan tiga laporan Polisi baik di wilayah hukum Polres Tidore, Polres Halteng dan Polsek Malifut Kabupaten Halut,” tuturnya.

Pengungkapan kasus pembunuhan dan pemeriksaan yang ditangani Polres Tikep dan dibackup Ditreskrimum Polda Malut ini tidak membutuhkan waktu lama untuk mengungkap, pasalnya setelah laporan tersebut diterima, tersangka yang kabur dari Halut dan Halteng langsung berhasil diringkus tim gabungan di Kelurahan Dokiri Kecamatan Tidore Selatan.

“Mobil yang digunakan tersangka sudah ditinggalkan di Halut, sementara kendaraan roda dua, tersangka menyuruh orang dekatnya untuk mengirimkan ke Tidore,” kata Anton.

Selain berhasil mengungkap kematian korban kasus pembunuhan dan pemerkosaan tersebut, Polda dan Polres juga berhasil mengamankan sejumlah alat bukti yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa korban.

“Barang bukti yang kita amankan itu, berupa karet list variasi mobil warna putih yang masih terlihat ada rambut korban saat di cekik di bangku tengah dalam mobil, terpal untuk menutup korban saat dibuang, baju dan rompi korban, celana jeans, pakaian dalam korban, gantungan tas serta kalung yang bertuliskan Kiki Wahab,” katanya.

Anton juga mengaku, tersangka Onal ini merupakan salah satu residivis kasus pemerkosaan pada tahun 2006 dengan vonis 4 tahun yang bebas pada 2010.

“Atas kasus ini tersangka kita jerat dengan pasal 340 pembunuhan berencana, subsidaer 339 pembunuhan dengan tindak pidana lainnya juncto 365 pencurian dan kekerasan serta pasal 285 pemerkosaan dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup,” pungkasnya. (**)

Komentar