oleh

Tjatur Menjawab, Kenapa Harus Maluku Utara?

-Figur-886 views
Ir. Tjatur Sapto Edy, MT

Beberapa hari lalu seorang Akademisi Unkhair bertanya kepada saya,” Koq bisa-bisanya Pak Tjatur menjadi Caleg DPD RI dapil Maluku Utara ? Kan sudah di DPR dan jauh sekali dari dapil sebelumnya.” Pertanyaan semacam ini banyak saya jumpai saat berkeliling ke sepuluh kabupaten/kota di Maluku Utara.

Di ujung masa kampanye ini izinkan saya menyampaikan kembali jawaban yang juga telah banyak diketahui oleh masyarakat Maluku Utara terutama yang sempat bersilaturahim langsung.

Sebagai hamba Allah swt, sudah seharusnya kita mensyukuri berbagai nikmat Allah swt yang begitu berlimpah tanpa mungkin kita menghitungnya. Demikian pula dengan saya, Allah swt telah limpahkan nikmat yang berlimpah-limpah, seperti pendidikan yang sangat baik ( ITB, Bandung), rizki yang cukup, di bidang profesi, saya pernah menjadi Ketua Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia (IATPI), Ketua Alumni Keluarga Mahasiswa Islam ITB dan terlebih lagi bisa duduk mewakili rakyat di DPR RI selama tiga periode. Selama menjadi Anggota DPR RI saya terpilih dua kali sebagai Ketua Fraksi PAN dan memimpin Komisi paling populer yaitu Komisi III yang membidangi Hukum dan Keamanan.

Sebagai perwujudan rasa syukur tersebut dan atas permintaan yang bertubi-tubi dari para sahabat, berdasar informasi berbasis riset yang valid, serta kegiatan ekonomi yang telah saya rintis maka akhirnya saya membulatkan tekad menjadi Calon Anggota DPD RI mewakili Maluku Utara.

Mengapa Maluku Utara?

Maluku Utara mempunyai berbagai keunggulan, seperti sejarah kepahlawanan yang amat panjang, berada pada kawasan paling strategis, serta memiliki sumber daya alam hayati dan nonhayati yang lengkap. Untuk yang pertama tentu kita semua sudah sangat paham. Secara geoekonomi, posisi Maluku Utara sangat strategis karena tepat berhadapan dengan kawasan ekonomi terbesar dunia yaitu Pasifik. Sekitar 60 % GDP dunia berada di kawasan ini.

Kekayaan alam Maluku Utara sudah sangat terkenal berabad-abad lalu. Sahabat saya Dr. Mukhtar Adam, Akademisi Unkhair, dalam diskusi di Cafe Jarod empat hari lalu mengatakan, “Gara-gara cengkeh Maluku Utara, Nusantara menjadi jajahan bangsa Eropa.” Demikian besar pengaruh kekayaan Maluku Utara yang begitu mendunia. Selain sumber daya alam hayati, bumi Maluku Utara juga mengandung mineral yang menjadi bahan utama industri masa depan yaitu komponen motor dan mobil listrik yang akan segera melanda dunia.

Melihat kedua hal terakhir ini, tidak mengherankan bahwa telah, sedang, dan akan semakin besar arus manusia, modal, barang dan jasa serta iptek masuk ke kawasan ini. Pilihan untuk kita hanya ada dua. Pertama apakah adik-adik kita, anak cucu kita akan menjadi penonton atau menjadi tuan rumah yang baik dengan menjadi pemain utama. Ya, tentu kita punya harapan besar agar generasi mendatang menjadi pemain utama.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, generasi Maluku Utara mendatang haruslah memiliki kemampuan lebih daripada provinsi lain, karena tantangan di sini jauh lebih dahsyat. Anak-anak harus tumbuh sehat, pintar dan berkhlak mulia. Maka harus hadir sistem pendidikan dan kesehatan yang berkualitas yang compatible dengan daerah Kepulauan. Pendidikan dan kesehatan tersebut tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga harus ada program besar guna meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat.

Bagaimana meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat ? Kuncinya adalah semua hasil bumi harus diolah untuk memberikan nilai tambah. Kelapa harus diolah, ikan harus diolah dan lain-lain. Harga kopra hitam anjlok menjadi Rp. 3000,- per kg. Kalau diolah menjadi kopra putih harga menjadi sekitar Rp. 9000,- per kg, kemudian bila diolah lanjutan menjadi minyak kelapa harga menjadi Rp. 18.000,- per kg.

Untuk mengolah kekayaan alam Maluku Utara dibutuhkan energi yang cukup dengan harga terjangkau. Saat ini biaya penyediaan listrik (BPP) PLN untuk Maluku Utara adalah salah satu termahal di Indonesia karena sumber energi mayoritasnya adalah BBM yang mahal. Maka kita harus berusaha mencari sumber energi alternatif yang berasal dari Maluku Utara sendiri.

Alhamdulillah, setelah 1,5 tahun berjuang maka pada Hari Selasa 2 April 2019 ditandatangani MoU Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Sofifi sebesar 10 MW. PLTBm ini adalah pertama dan terbesar di Indonesia yang terintegrasi dengan hutan tanaman energi. Semoga dengan pembangunan PLTBm Sofifi ini akan menjadi berkah bagi masyarakat Maluku Utara karena akan banyak menyerap banyak tenaga kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat, yang ujungnya untuk menyelenggarakan pendidkan dan kesehatan yang berkualitas untuk Anak cucu kita.

Disamping investasi ekonomi, sebagai Anggota DPR RI saya juga menunaikan UU MD3 khususnya Pasal 81 untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Maluku Utara dengan menyampaikan program yang sumber dananya dari APBN maupun non APBN. Sangat banyak program pro rakyat yang sudah, sedang dan akan disampaikan kepada rakyat sebagaimana termaktup dalam box dan terabadikan dalam “the best picture” selama 2018-2019 ini.

Kesimpulan dari uraian di atas adalah kehadiran saya di Maluku Utara terutama bukan untuk kita saat saat ini. Kehadiran utama saya adalah untuk membersamai masyarakat Maluku Utara menyiapkan masa depan anak cucu kita, agar mampu menjadi tuan rumah, menjadi pemain utama di Maluku Utara mendatang.
Semoga ilmu pengetahuan, pengalaman dan jaringan politik serta ekonomi saya lebih bermanfaat bagi wilayah strategis dan kaya ini. John Calvin Thomas seorang kolumnis Amerika pernah Berkata, “Seorang negarawan memikirkan generasi yg akan datang. Seorang politisi memikirkan pemilu berikutnya”. Semoga saya termasuk keduanya.

Sebagai penutup, saya menyerahkan sepenuhnya keputusan Pemilu DPD RI ini kepada saudara-saudaraku rakyat Maluku Utara yang saya cintai. Saya hanya menunaikan amanat dengan berusaha menebarkan cinta dan kemanfaatan. Selebihnya saya bertawakal kepada Allah swt, dengan diiringi doa semoga apa yang saya usahakan bernilai amal sholih untuk bekal dunia dan akhirat. Aamiin Ya Rabb.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *