oleh

WADUH!! Limbah Tambang PT. ARA Cemari Sawah Warga

-Kabar Utama-2.895 views
foto salah satu suluran irigasi yang tercemar limbah dari Perusahan PT Alama Raya Abadi

MABA –  Apa yang menjadi ketakutan warga dan aktivis tambang akhirnya terbukti.  Air limbah tambang yang diduga kuat berasal dari PT Alam Raya Abadi (PT.ARA) yang beroprasi pada biji nikel diareal kecamatan Wasile Induk Kabupaten Halmahera Timur itu telah mencemari sawah masyarakat Desa Batu Raja puluhan hektar.

Masyarakat  Desa Batu Raja juga meminta PT ARA untuk menghentikan produksi tambangnya. Tuntutan itu berdasarkan hasil pertemuan warga dengan pemerintah Desa dan perusahan namun perusahan tidak membayar ganti rugi lahan yang telah dicemari limbah. Padahal pencemaran telah merembes ke lahan-lahan pertanian warga.

Kepala Desa (Kades) Batu Raja Rohil  Sunanto, ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat tidak direspon bahkan sampai sejauh ini tidak ada upaya baik dari pihak perusahan PT ARA.

“ Saya terus-terus diminta oleh warga untuk mangatasi masalah ini, masyarakat juga menyalahkan saya, makanya saya akan kawal sampai ada titik kejelasannya,” kata Kades Batu Raja, Kamis (10/1/19).

Ia menyampaikan, sebelumnya telah dilakukan pertemuan dengan pihak PT ARA bersama warga dan komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara. Pihak DPRD juga meminta peruahan untuk membayar atau ganti rugi, namun pihak perusahan berjanji akan membayarnya karena belum ada dana.

“Sampai saat ini, sudah satu tahun lebih perusahan belum membayarnya, untuk itu, saya akan bersama pemuda ,dan masyarakat akan membuat petisi penolakan pemberhentian aktifitas PT ARA di Wilayah Kami,” tegas Kades Batu Raja.

Hal ini juga mendapat respon dari Barisan Pemuda Rakyat Halmahera Timur, (BAPERA-Haltim), pihak BAPERA akan menggandeng Pemerintah Desa Batu Raja untuk mendorong kasus pencemaran limbah dari PT Alam Raya Abadi ini  ke ranah hukum.

Ketua BAPERA Haltim, Arjun Onga mengatakan, PT ARA tidak hanya membiarkan limbah tambanganya mencemari lahan pertanian warga, namun di duga telah melakukan penyerobotan lahan.

Menurut Arjun, kasus pencemaran limbah Perusahan ini, terjadi sejak Desember 2017 lalu, namun perusahan mengabaikan dan memilih diam.

“Perusahan harus ganti rugi atau ada solusi lain, jangan diam, ini masalah hajat hidup orang banyak, makanya pihak perusahan berkewajiban bayar dan bertanggung jawab,” tegas Ketua Bapera.

Pihaknya akan bersama masyarakat Desa Batu Raja menempuh jalur hukum sekaligus membuat petisi untuk penolakan sehingga perusahan angkat kaki dari tanah Wasile.

(Pan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *