
BACAN – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hi. Ismail (MHI), menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel tidak tanggap dalam menangani kasus Gizi Buruk.
Hal itu disampaikan MHI saat mengunjungi tiga pasien gizi buruk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, Kamis (4/7/19) tadi.
Tiga pasien gizi buruk yang dirawat di RSUD Labuha sejak tanggal 18 Juni lalu itu atas nama Masya (1,7) asal Desa Soligi Obi, Rafa (1,2) asal Desa Sidanga Kasiruta Barat dan Apriyani (1,3) asal Mandioli Selatan.
Menurut MHI, penanganan kasus gizi buruk bukan saja memberikan obat kepada penderita, tapi Pemkab harus serius dalam melakukan pemulihan gizi terhadap anak dan melihat kondisi ekonomi orang tua bay penderita gizi buruk, sehingga setelah bay dinyatakan sembuh, maka orang tua bisa memberikan asupan gizi yang baik terhadap anaknya.
“Masalah gizi buruk ini bukan saja menjadi perhatian Pemkab Halsel, tapi perhatian semua unsur pemerintah, sehingga singkronisasi program Kabupaten, Provinsi dan Pusat harus terkoneksi, sehingga bisa saling membantu,”ungkap Mantan Kadinsos Halsel.
