oleh

MHI Nilai Pemkab Halsel Tidak Tanggap Tangani Kasus Gizi Buruk

-Kabar Utama-1.087 views
MHI saat memberikan bantuan kepada orang tua pasien gizi buruk

BACAN – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Maluku Utara,  Muhammad Hi. Ismail (MHI),  menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel tidak tanggap dalam menangani kasus Gizi Buruk.

Hal itu disampaikan MHI saat mengunjungi tiga pasien gizi buruk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, Kamis (4/7/19) tadi.

Tiga pasien gizi buruk yang dirawat di RSUD Labuha sejak tanggal 18 Juni lalu itu atas nama  Masya (1,7) asal Desa Soligi Obi, Rafa  (1,2)  asal Desa Sidanga Kasiruta Barat dan Apriyani (1,3) asal Mandioli Selatan.

Menurut MHI, penanganan kasus gizi buruk bukan saja memberikan obat kepada penderita, tapi Pemkab harus serius dalam melakukan pemulihan gizi terhadap anak dan melihat kondisi ekonomi orang tua bay penderita gizi buruk, sehingga setelah bay dinyatakan sembuh, maka orang tua bisa memberikan asupan gizi yang baik terhadap anaknya.

“Masalah gizi buruk ini bukan saja menjadi perhatian Pemkab Halsel, tapi perhatian semua unsur pemerintah, sehingga singkronisasi program Kabupaten, Provinsi dan Pusat harus terkoneksi, sehingga bisa saling membantu,”ungkap Mantan Kadinsos Halsel.

MHI saat diwawancarai sejumlah wartawan

MHI yang juga Bakal Calon (Bacalon) Bupati Halsel menganggap, Dinas Sosial (Dinsos) Halsel tidak memiliki data yang akurat tentang masyarakat miskin di Halsel, karena orang tua bay penderita gizi buruk merupakan keluarga yang tidak mampu, sehingga harus masuk dalam daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

“Saya sudah cek data, meraka tidak masuk dalam PKH, sehingga tahun ini juga saya daftarkan mereka untuk masuk PKH sehingga bisa menerima bantuan dari pemerintah,”tegasnya.

Mantan Kabag Umum Pemkab Halsel, berharap kedepan harus ada pola pikir yang lebih luas dalam penaganan kasus gizi buruk, karena di Halsel kasus gizi buruk terus meningkat, sehingga penaganan harus dilakukan secara serius dan berjenjang.

“Saat ini yang muncul dipermukaan hanya tiga orang, tapi kita belum tahu di Desa terpencil, makanya Bupati Halsel harus lebih tegas kepada tenaga kesehatan di Desa untuk selalu memeriksa kondisi kesehatan masyarakat di Desa, biar kasus gizi buruk bisa terdeteksi lebih dini dan bisa diobati secara cepat dan tepat,”pungkasnya.

Setelah menjenguk tiga pasien gizi buruk, MHI juga memberikan sedikit bantuan uang kepada orang tua pasien, untuk biaya pengobatan.

“Bantuan yang saya berikan mungkin tidak seberapa, namun kiranya bisa meringankan beban orang tua. Semoga Tuhan Yang Maha Esa segera mengangkat penyakit penderita bay gizi buruk,”ujarnya.  

(bmz)

 

Komentar