
MHI yang juga Bakal Calon (Bacalon) Bupati Halsel menganggap, Dinas Sosial (Dinsos) Halsel tidak memiliki data yang akurat tentang masyarakat miskin di Halsel, karena orang tua bay penderita gizi buruk merupakan keluarga yang tidak mampu, sehingga harus masuk dalam daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
“Saya sudah cek data, meraka tidak masuk dalam PKH, sehingga tahun ini juga saya daftarkan mereka untuk masuk PKH sehingga bisa menerima bantuan dari pemerintah,”tegasnya.
Mantan Kabag Umum Pemkab Halsel, berharap kedepan harus ada pola pikir yang lebih luas dalam penaganan kasus gizi buruk, karena di Halsel kasus gizi buruk terus meningkat, sehingga penaganan harus dilakukan secara serius dan berjenjang.
“Saat ini yang muncul dipermukaan hanya tiga orang, tapi kita belum tahu di Desa terpencil, makanya Bupati Halsel harus lebih tegas kepada tenaga kesehatan di Desa untuk selalu memeriksa kondisi kesehatan masyarakat di Desa, biar kasus gizi buruk bisa terdeteksi lebih dini dan bisa diobati secara cepat dan tepat,”pungkasnya.
Setelah menjenguk tiga pasien gizi buruk, MHI juga memberikan sedikit bantuan uang kepada orang tua pasien, untuk biaya pengobatan.
“Bantuan yang saya berikan mungkin tidak seberapa, namun kiranya bisa meringankan beban orang tua. Semoga Tuhan Yang Maha Esa segera mengangkat penyakit penderita bay gizi buruk,”ujarnya.
(bmz)
