oleh

APM Desak Polda Malut Tahan Bupati Benny Laos

-Hukrim-523 views
Massa APM Yang Berorasi Didepan Kantor Ditreskrimum Polda Malut

TERNATE – Aliansi Peduli Morotai (APM) Maluku Utara (Malut), Jumat (7/12/2018) kembali melakukan unjuk rasa di depan kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut. Dalam aksi itu, massa aksi mendesak Kapolda Maluku Utara segera menahan Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos.

“Kapolda harus  melakukan pemeriksahan dan penahanan kepada Bupati Benny Laos terkait kasus dugaan pemalsuan tanda tangan bersama anggota DPRD Kabupaten pulau Morotai dalam pengesahan APBD bodong tahun 2018,” tegas Koordinator Aksi Maruf Majid dalam orasinya didepan kantor Ditreskrimum Polda Malut.

Menurut massa aksi, Ditreskrimum Polda Malut harus serius dalam melakukan koordinasi antar lembaga hukum yakni, Kapolres Pulau Morotai guna mengambil peran strategis untuk melakukan penyelidikan kasus hukum yang melibatkan Benny Laos itu.

“tak hanya itu, Bupati Benny Laos juga secara jelas terindikasi terlibat kasus penjualan aset daerah yang secara terang menerang telah diketahui publik,” teriak Maruf dihadapan massa aksi tadi.

Sedangkan salah satu orator Mukhlis Sadar, dalam orasinya membeberkan sejumlah poin terkait kasus hukum yang melibatkan Bupati Benny Laos, diantaranya. Integritas sebagai pemimpin publik yang merosot, Mutasi PNS yang menabrak peraturan perundang- undangan yang berlaku, Penjualan aset daerah terkait BUMD dan kekayaan daerah lainnya yang merugikan masyarakat pulau morotai, Studi banding yang tidak jelas dan tanpa pertanggung jawaban anggaran yang transparan ke masyarakat umum khusus masyarakat Pulau Morotai, Pelayanan publik yang tidak mencerminkan pelayanan terpadu, cepat dan berwibawa di dalam birokrasi Kab Pulau Morotai dan terakhir kata dia, Kebijakan Bupati Kabupaten Pulau Morotai yang mendiskriminasi rakyat serta KKN marajalela di Pulau Morotai.

Massa aksi juga mengancam akan datang dengan massa yang lebih besar lagi dan akan memblokade kantor Polda Malut, jika tuntutan mereka tidak di akomodir oleh pihak Polda.

Tak lama berorasi, di depan kantor Ditreskrimum Polda Malut, massa aksi kemudian melanjutkan aksi di depan RRI Ternate dan membubarkan diri.

(Syi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *