oleh

BNN Malut Berhasil Meringkus Lima Pengedar Narkoba

-Hukrim-1.304 views
Penyidik BNNP Malut, AKP D Nyoman Adyana Saat Memberikan Keterangan Kepada Sejumlah Awak Media Didampingi Oleh Humas BNNP Malut, Zulziahwati dan Kabid P2M Haerudin Umaternate. [ Foto : IL/Fokus Malut]

TERNATE – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara akhirnya mengungkap adanya dugaan peredaran narkoba dikendalikan dalam Lapas Kelas II Ternate. Pasalnya sebanyak lima orang yang ditangkap oleh penyidik BNNP Malut mengaku membeli sabu-sabu dari dalam lapas.

Penyidik BNNP Malut, AKP D Nyoman, dalam Prees Realese, Selasa (17/9/2019), bersama sejumlah awak media mengatakan bahwa pihaknya menduga adanya pengendalian peredaran narkoba dari Lapas kelas II Ternate, berdasarkan pengakuan dari lima orang diantaranya Wahyudi alias Yudi (29) tukang ojek, Cristian alias chris (40) karyawan Manado Optik Ternate, Mulyadi Dahlan alias Mul (38) honorer Ditlantas Polda Malut dan Safril Boamona (41) montir servis elektronik.

”Wahyudi di tangkap di jalan raya Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Tengah pada saat akan memberikan sabu-sabu dengan berat 0,33 gram kepada Cristian. Selanjutnya petugas mendapatkan 6 paket kecil narkotika golongan satu jenis ganja seberat 5,93 gram yang di temukan tepat di samping rumah cristian sehingga kedua langsung di tangkap,” jelasnya

AKP D. Nyoman Adnyana yang di dampingi oleh Kabid P2M Haeruddin Umaternate dan Humas BNNP Malut Zulziahwati menjelaskan bahwa hasil interogasi dari kedua tersangka tersebut mengarah kepada Zulfikar alias Apek yang saat ini masih menjalani masa hukumannya di lapas kelas II Ternate.

”Chris mengaku membeli sabu-sabu dengan cara mentransfer uang sebanyak Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) melalui Bank BCA cabang Ternate dan Yudi di suruh oleh Zulfikar untuk mengantar shabu tersebut,” jelasnya.

Penyidik BNNP Malut ini juga menerangkan bahwa untuk Mulyadi dan Safril di tangkap saat menyalahgunakan narkoba jenis shabu dirumahnya di Kelurahan Kalumpang Lingkungan Tanah Masjid dan menurut pengakuan keduanya, mereka membeli shabu dengan cara patungan (urunan) seharga Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) yang di kirim dari tahanan Lapas Kelas II A Ternate bernama Rijal Ato .

“Dari tangan kedua tersangka, petugas BNNP Malut menyita barang bukti satu bungkus kecil narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,10 gram, 2 buah telepon genggam (HP) merk samsung dan alat hisap sabu. Namun dalam pemeriksan tes urine kepada Mulyadi dan Safril tidak terdeteksi penyalahgunaan narkotika yang artinya negatif karena menurut keterangan dari mereka bahwa keduanya memakai barang haram tersebut terakhir pada tiga atau empat bulan sebelum terjadi penangkapan,” beber Nyoman.

Masih kata Nyoman mengatakan bahwa, pihaknya juga melakukan penangkapan kepada Rachmat Hidayat alias Amat (27) warga Kelurahan Toboleu, Kecamatan Kota Ternate Utara yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek pada saat menerima paket narkoba dari JNT Ternate yang selanjutnya di bawa tersangka untuk di buang di pekuburan Islam Kelurahan Kampung Makassar Barat.

“Saat membuang paket tersebut, petugas kami (red- BNNP Malut) langsung menyergapnya dan mengamankan 33 bungkus plastik bening narkotika golongan satu jenis sabu-sabu dengan berat 32,75 gram dan Hp merek Coopad,” ucapnya.

Lanju dia, kelima tersangka di jerat beberapa pasal, Wahyudi dan Christian di kenakan pasal 112 ayat 1, pasal 114 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan cara membeli, menerima, menyimpan dan memiliki serta menggunakan bagi diri sendiri narkotika jenis shabu.

“Sedangkan untuk tersangka Mulyadi dan Safril Buamona serta Rachmat Hidayat di kenakan pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 Undang -undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika yaitu mengedarkan, menjual dan menawarkan narkotika golongan saru jenis narkoba. sehingga kelima tersangka dan barang bukti tersebut saat ini telah diamankan di BNNP Malut untuk menjalani proses hukum selanjutnya,” tutup Nyoman. [IL Fcs]

Komentar