oleh

BNNP Malut Gelar Sosialisasi Sekaligus Tes Urine Anggota DPRD Halut dan Morotai

-Daerah-2.033 views
Kabid P2M BNNP Malut, Drs Hairuddin Umaternate, Saat Membawakan Materi Sosialisasi Kepada 35 Anggota DPRD Halut dan Morotai. [ Foto : IL/Fokus Malut ]

TERNATE – Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku Utara (BNNP Malut) melaksanakan sosialisasi sekaligus diadakan tes urine kepada anggota DPRD Halmahera Utara (Halut) dan Morotai. Kegiatan ini orientasinya ke seluruh anggota DPRD Kabupaten/Kota pada masa jabatan 2019-2024 angkatan IV Se-Provinsi Maluku Utara Tahun 2019 sekaligus melakukan tes urine bagi peserta kegiatan yang bertempat di Halmahera A Room Grand Dafam Hotel Ternate, Sabtu (23/11/2019).

Kegiatan yang bertemakan “Melalui Orientasi Kita Tingkatkan Wawasan dan Kompetensi Anggota DPRD Dalam Pelaksanaan Tugas Pemerintah Daerah”, ini dihadiri 20 anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara dan 15 anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai.

Kepala BNNP Malut melalui Kabid P2M Drs Hairuddin Umaternate, memaparkan sejumlah permasalahan mengapa Indonesia menjadi tempat potensial untuk pemasaran Narkoba.

“Hal tersebut dikarenakan pasaran Narkoba di Indonesia menjadi sangat tinggi, misalnya 1 gram Narkoba di China hanya 20 ribu, masuk Indonesia menjadi 1,5 juta, lalu masuk lagi ke Ternate menjadi 3,5 juta, masuk lagi ke Halmahera 3,8 juta. Dengan demikian masih banyaknya permintaan dari pasar sehingga jumlah prevalensi penyalahguna Narkoba mencapai 13.181 orang,” jelas Hairuddin.

Kabid P2M juga berharap, fungsi legislasi  DPRD dalam membuat peraturan daerah (Perda) untuk menetapkan anggaran serta fungsi pengawasan dapat membantu pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayahnya.

“Untuk itu langkah konkrit yang dapat dilaksanakan para wakil rakyat ini antara lain para anggota dewan membentuk relawan anti narkoba, melakukan tes urine untuk jajaran aparat di lingkungan kerjanya secara periodik dab membuat Perda tentang pencegahan Narkoba di Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Pulau Morotai, ” harapnya

Dalam sesi diskusi dengan peserta, Anggota DPRD Halut Fraksi Demokrat, Julius Dahagilaha menyampaikan permasalahan maraknya penyalahgunaan lem (Inhalan) di Galela Kabupateb Halut.

Hal senada disampaikan oleh, Samsul Bahri Umar dari Fraksi Golkar juga meminta agar pemantauan jaringan lebih diperketat terutama pada kalangan anak muda di Galela dan juga aspek penindakan diperkuat.

Selanjutnya, Mahmud Kiat dari Fraksi Golkar,  DPRD Kabupaten Pulau Morotai, menyampaikan “peredaran Narkoba di Morotai terutama Shabu cukup marak dan membutuhkan perhatian BNN Malut,” ungkapnya.

Usai sosialisasi, tim medis BNNP Malut yang dipimpin Kepala seksi Pemberdayaan Masyarakat Bidang P2M  melakukan tes Urine kepada 32 peserta dan hasilnya secara keseluruhan dinyatakan negatif. [ IL Fcs ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *