oleh

Catut Nama Wartawan, Oknum LSM Peras Kepala Puskesmas Hingga Rp 50 Juta

-Kabar Utama-3.266 views
Ketua DPD KPPPI Malut, Muhammad Saifudin alias Amad Edet

LABUHA – Kepala Puskesmas (Kapus) Saketa Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Darmo Umar, menjadi korban pemerasan oleh ketua LSM DPD Korps Pejuang Pemuda Pemudi Indonesia (KPPPI) Provinsi Maluku Utara, M Saifudin alias Amad Edet bersama kedua anggotanya di Halmahera Selatan (Halsel).

Kepada media ini, Kapus Saketa Darmo mengungkapkan, pada tanggal 5 Desember 2019 lalu, dirinya dihubungi Muhammad Saifudin,Abdila Amin (oknum wartawan) bersama Ruslan Abdul (Anggota DPC KPPPI Halsel) meminta uang sebesar Rp 50 Juta kepadanya.

Untuk memuluskan aksi bejat ini, Abdilla Amin mencatut nama wartawan untuk memeras Kepala Puskesmas Seketa. Karena takut terus terus diancam Kapus Darmo terpaksa memenuhi permintaan ketiga anggota LSM ini dengan memberikan uang sebesar Rp.50 juta. Uang tersebut diterima langsung oleh Muhammad Saifudin dan Ruslan Abdul di sekretariat KPPPI desa Marabose Kecamatan Bacan.

“Saya di telpon terus menerus oleh ketiga orang tersebut. Sehingga mau tak mau saya langsung ke Labuha tepatnya di Desa Marabose dan memberikan uang cesh sebesar 50 juta ” ungkap Darmo ketika dihubungi wartawan, Selasa (17/12/2019).

Tak sampai disitu, beberapa waktu lalu Darmo juga kembali dihubungi oleh LSM tersebut untuk meminta tambahan uang.

“Katanya beberapa pengurus LSM lainnya dengan kapasitas wartawan tidak kebagian uang tersebut,“ pungkasnya.

Pemerasa terhadap dirinya ini,Darmo mengaku telah melaporkan ke Polsek Gane Barat. Sementara Kapolsek Gane Barat IPTU Mandar A R kepada wartawan, mengaku belum mendapatkan informasi terkait masalah ini, karena dia masih berada di ibu kota Labuha.

“Masalah ini saya belum tau, karena saya diluar Gane saat ini,” katanya singkat.

Sementara, informasi yang dihimpun media ini, oknum inisial Hardin Idris selaku ketua DPC LSM KPPPI Halsel juga menerima uang pemerasan dari Muhammad Saifudin sebesar Rp 3 juta. Dari hasil penelusuran juga, selain memeras Kapus Saketa, juga ada oknum yang mencatut  nama Kejari Halsel sehingga bendahara Puskesmas Saketa menyetor uang sebesar Rp 10 juta ke rekening pribadi milik oknum yang di tidak sebutkan namanya. (ieL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *