oleh

Denny Anggap BPBD dan PUPR Tidak Tanggap Atasi Bencana Di Halbar

-Daerah-1.398 views
Ketua DPC Hanura Denny Palar

JAILOLO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halmahera Barat (Halbar) diminta untuk serius menangani bencana banjir dan longsor di Kecamatan Ibu dan Loloda.

Anggota DPRD Halbar Dapil III Denny Palar kepada focusmalut.com, Jumat (01/02/19) menyatakan, bencana banjir dan langsor di Kecamatan Ibu dan Loloda sudah menjadi langganan setiap musim hujan, olehnya itu, BPBD dan PUPR harusnya sudah bisa mencari solusi untuk penanganan bencana di dua kecamatan tersebut.

“Bencana seperti ini sudah terjadi berulang kali. Harusnya pasca bencana, BPBD dan PUPR sudah harus mencari solusi penanganan bencana secara tepat, sehingga ketika musim hujan dua kecamatan ini tidak lagi terkena bajir dan tanah longsor,”ungkapnya.

Politisi Partai Hanura itu menjelaskan, jika BPBD dan PUPR serius menangani bencana dan mencari solusi terbaik untuk penanganan bencana, maka hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu itu tidak lagi terjadi banjir dan tanah longsor, karena jauh sebelumnya sumber bencana sudah ditangani dengan baik.

“Memang setiap bencana datangnya dari sang pencipta, namun istiar dengan cara mendetksi atau menangani sumber bencana itu penting, sehingga masyarakat bisa nyaman dan aman ketika bencana datang,”katanya.

Denny yang juga ketua DPC Hanura Halbar itu mengaku, untuk mengatasi banjir di Kecamatan Ibu, BPBD dan PUPR harus membuat normalisasi sungai ibu dengan baik, sehingga ketika terjadi hujan deras, air tidak meluap ke pemukiman warga. Sementara korban tanah longsor di lima Desa yang ada di Loloda, penanganannya harus cepat, karena rumah warga yang saat ini sudah rusak, bisa mengancam keselamatan warga di lima desa tersebut dan harus ada talud penahan tanah di daerah yang rawan longsor.

“Untuk Desa  Trans Jano dan Desa Linggua Kecamatan Loloda yang tergenang air, BPBD dan PUPR harus membuat infrastruktur pembuangan air yang memadai, karena dia desa itu letaknya di dataran rendah, makan setiap kali musim hujan, dua desa tersebut selalu tergenang air,”pungkasnya.

(HB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *