oleh

Desak Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan Wartawan

-Hukrim-237 views
aksi unjuk rasa sejumlah Wartawan Didepan Polres Ternate

TERNATE – Jurnalis liputan Hukum dan Kriminal (Jurhkam) bersama sejumlah komunitas wartawan se Maluku Utara, Selasa (13/11) sekitar pukul 11:30 WIT, mendatangi kantor Mapolres Ternate.

Kedatangan puluhan wartawan ini untuk memberi dukungan kepada pihak kepolisian dalam mengusut tindakan kekerasan serta dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu massa aksi pendukung AHM-Rivai terhadap salah satu wartawan media harian Malut Post saat melakukan peliputan unjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara, pada Senin (12/11) lalu.

Koordinator Lapangan (Korlap), Sahmar S.M Zen menilai tindakan kekerasan serta dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu pendukung AHM-Rivai telah mencederai pilar demokrasi.  Tindakan itu juga dianggap telah membungkam kebebasan pers yang dilindungi oleh Undang Undang.

“ Tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik sangat bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999. Tindakan tersebut jelas melawan hukum dan mengancam kebebasan pers,” jelasnya

Pria yang akrab disapa Ebamz itu mendesak agar pihak kepolisian Polres Ternate serius dalam mengusut perbuatan pidana tersebut.

“Ini bukan pertama kalinya tindakan kekerasan dan penganiayaan dialami oleh wartawan. Kami minta kasus ini diproses sesuai prosedur yang berlaku agar menjadi pembelajaran terhadap orang lain yang selalu main hakim sendiri,” pintanya.

Setelah beberapa menit melakukan aksi, pihak Kepolisian melalui unit Reserse Polres Ternate melakukan hearing dengan masa aksi dari sejumlah wartawan.

Dimana hasil hearing tersebut, penyidik Reskrim Polres Ternate. Mengakui, pihaknya sudah melakukan upaya hukum pasca laporan tersebut diterima.

“ Sejauh ini sudah ada tiga saksi yang diperiksa penyidik. Mereka diantaranya wartawan yang melihat aksi pemukulan di tempat Kejadian Perkara (TKP). Sementara masih ada beberapa yang akan dilengkapi. Setelah itu kami akan panggil pihak yang diduga melakukan penganiayan terhadap korban Hizbullah ” kata Iptu Angga.

 (run)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *