oleh

Dorong Masyarakat Sadar Memilih, KPU Surakarta Adakan Kursus Kepemiluan

-Nasional-216 views

Solo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta mengadakan kursus kepemiluan untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019. Kursus ini diikuti 60 peserta dimana 30 peserta di antaranya adalah organisasi masyarakat (Ormas) dan kelompok masyarakat yang teridentifikasi KPU.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Surakarta Bambang Christanto mengatakan, setelah para peserta mengikuti kursus kepemiluan mereka menjadi ujung tombak KPU dalam mendongkrak angka partisipasi pemilih di masing-masing wilayah.

“Tentu tidak hanya partisipasi pemilih yang meningkat, tetapi juga lebih kepada kuantitas dan kualitas demokrasi. Artinya, masyarakat tidak sekadar memilih kepada pasangan calon, tapi lebih kepada gerakan sadar menggunakan hak pilihnya,” kata Bambang, Senin (12/11/2018).

Bambang menambahkan, kursus kepemiluan baru tahap pendaftaran yaitu telah dimulai pada 1 November dan ditutup pada 17 November mendatang. Kursus kepemiluan ini akan berlangsung selama dua hari. Peserta akan diberikan materi tentang bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih.

Sehingga setelah mengikuti kursus selama dua hari, lanjut Bambang, mereka akan diterjunkan ke lapangan guna memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat agar dapat menggunakan hak pilihnya pada Pileg maupun Pilpres 2019.

“Selesai mengikuti kursus mereka tidak hanya membekali masyarakat bahwa 17 April 2019 itu ada pemilu. Tetapi lebih mendorong partisipasi dan kualitas demokrasi kita bahwa pentingnya kenapa kita memilih, kenapa kita harus menggunakan hak pilih kita, kenapa masyarakat diharapkan berbondong-bondong ke TPS. Karena ini menyangkut masa depan bangsa,” ujar Bambang.

Bambang menuturkan, dalam kursus kepemiluan ini akan menggandeng Pusat Pendidikan Pancasila, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Fakultas Sosiologi UNS.

Disamping untuk meningkatkan partisipasi pemilih, kursus kepemiluan ini sekaligus untuk menguatkan KPU sebagai penyelenggara pemilu juga didukung dari basis kampus, akademisi dan lembaga kajian Pancasila. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *