oleh

Gelapkan Dana Ratusan Juta, Bupati Bahrain Pecat Kades Wayatim

Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, H. Bahrain Kasuba (foto istimewa)

BACAN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) H. Bahrain Kasuba, akhirnya memenuhi permintaan Masyarakat Desa Wayatim untuk mencopot jabatan Kades, lantaran diduga telah menggelapkan anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) tahun 2017-2018 sebesar Rp.266.593.000,000,00 (Dua ratus enam puluh enam juta lima ratus sembilan puluh tiga juta rupiah. Kebijakan untuk memecat Oknum Kepala Desa Wayatim Zainudin Hi. Adam itu, setelah Bupati bahrain menemui Masyarakat Desa Wayatim untuk mendengarkan permasalahan yang selama ini dilakukan oleh Kepala Desa Wayatim dan Bendaharanya.

Ketua BPD Wayatim, Adam Hatay, ketika dikonfirmasi via Handphone, Rabu (27/3/19) juga membenarkan hal itu. “Benar kemarin sekitar Pukul 03.30 Wit, kami menemui Pak Bupati dan banyak hal sudah kami sampaikan ke Pak Bupati terkait dengan kinerja Kades dan Bendahara,” kata Adam.

Pada Kesempatan itu, kata Dia, Bupati Halsel Bahrain Kasuba, akhirnya mengambil kebijakan untuk memecat Oknum Kepala Desa Wayatim Zainudin Hi. Adam.

“Berdasarkan keterangan dari masyarakat disertai dengan bukti-bukti yang ada maka kades atas nama Zainudin Hi. Adam saya nyatakan di pecat,” ungkap Adam saat mengulang pembicaraan Bupati Halmahera Selatan.

Adam bilang, Bupati Bahrain juga memerintahkan kepada Masyarakat agar secepatnya mengusulkan nama carateker Desa Wayatim untuk diturunkan SK Bupati.

Sementara, Kepala Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan, Slamet AK, saat dihubungi wartawan focusmalut.com, mengatakan Desa Wayatim sampai saat ini belum memasukan Laporan Pertanggungjawaban Desa (LPJDes). Sehingga Inspektorat meminta pihak Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan agar memanggil Kepala Desa Zainudin Hi. Adam untuk diperiksa.

Baca Juga:  Warga RT 02 Desa Hidayat Minta Jalan Rusak Diperbaiki

“Sebanyak tiga kali panggilan yang kami layangkan lewat surat ke kades Wayatim tapi tidak diindahkan. Untuk itu kami meminta pihak Polres agar menjemput yang bersangkutan,” tegas Slamet.

Sekedar diketahui, Polemik antara Masyarakat di Desa Wayatim dengan Kepala Desa beserta Bendahara berlangsung sejak Oktober tahun 2017. Kepala Desa Wayatim dan Bendaharanya diduga  menggelapkan anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) tahun 2017-2018 sebesar Rp.266.593.000,000,00 (Dua ratus enam puluh enam juta lima ratus sembilan puluh tiga juta rupiah).

(IL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *