oleh

Jelang Pelantikan Presiden, Masyarakat Diminta Jaga Keamanan

-Daerah-1.593 views

BOBONG – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Taliabu Barat AKP. Said Aslam, SIK, mengajak seluruh masyarakat di Pulau Taliabu ini agar bersama-sama menjaga perdamaian dan keamanan, menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden RI, pada 20 Oktober 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Taliabu Barat, Said Aslam kepada awak media diruang kerjanya, Rabu (16/10/2019).

“Mari kita bersama-sama menolak radikalisme baik yang bersifat agama, paham-paham yang bersifat saling membenci saling menyesatkan, apalagi melakukan gerakan-gerakan radikalisme atas nama agama, karena memang agama melarang segala kekerasan atas nama agama, karena Islam adalah agama menyebarkan rahmat dan kasih sayang di atas muka bumi sebagaimana yang diajarkan oleh Islam itu sendiri,” tegas Kapolsek Taliabu Barat, Rabu (16/10/2019).

Kapolsek juga meminta seluruh masyarakat yang ada di Pulau Taliabu untuk tidak mempercayai hoaks atau berita bohong.

“Verifikasi dahulu kebenarannya sebelum kita menyebarkan informasi ke pihak lain. Apabila kita tidak berhati-hati dalam menyeleksi berita, maka akan berdampak kepada kerugian dan penyesalan sesama kita,” tandasnya.

Sementara itu, kepala desa Wayo, Sofyan Hasan, mengajak seluruh masyarakat serta para kepala desa di Pulau Taliabu untuk bersama-sama mensukseskan jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

“Kami meminta seluruh masyarakat Pulau Taliabu untuk mendukung dan mensukseskan pelantikan presiden terpilih yakni bapak Ir. H Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin. Mereka adalah pemimpin yang sah yang akan membawa Indonesia lebih baik, maju, beradab, sehingga kita menjadi bangsa yang damai, aman, sejahtera dan sentosa,” ujar kades.

Kades Wayo menghimbau semua pihak agar saling bergandeng tangan merawat keberagaman di Pulau Taliabu. Menurutnya, perbedaan tak akan menyurutkan masyarakat untuk bersatu merawat Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan hidup masyarakat Indonesia.

“Mari kita doakan pemerintah kita baik tingkat pusat maupun di kabupaten pulau Taliabu. Dengan demikian maka hati kita menjadi damai di hadapan Tuhan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala desa Bobong Muhdin Soamole, mengatakan sudah sepatutnya semua pihak menghormati hasil demokrasi. Ia pun tidak sepakat jika sampai ada demonstrasi anarkis.

“Indonesia memang negara demokrasi. Namun semua ada aturannya, termasuk dalam menyampaikan pendapat,” ungkap kades Bobong. (mt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *