oleh

Kemendes dan Pemkab Sukses Gelar Festival Budaya

-Daerah-413 views
Bupati Danny dan Dirjen Kemendes saat membuka acara festival budaya di lokasi FTJ

JAILOLO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, sukses menyelenggarakan Festival Budaya Perdamaian dalam rangka event Festival Teluk Jailolo (FTJ), Kamis (27/6/19).

Festival Budaya yang melibatkan berbagai suku dan pemangku adat Kesultanan Jailolo yang dibantu Yonif Raider Khusus 732 Banau itu, dilaksanakan dengan cara atraksi pegelaran pentas seni budaya dan Marching Band dari Raider Khusus 732 Banau. Festival Budaya dimulai dari kedaton Kesultanan Jailolo dengan cara berjalan kaki menuju lokasi FTJ.

“Dengan dilakukannya festival budaya antusias masyarakat luar biasa memunculkan seluruh potensi adat istiadat mereka, olehnya itu, saya instruksikan kepada sekolah-sekolah harus memiliki satu sanggar,” ungkap Bupati Danny Missy ketika diwawancarai di lokasi FTJ, kemarin.

Danny menambahkan, sanggar yang nantinya dibuat di sekolah itu, dengan tujuan agar adat istiadat tidak bisa dilupakan. Festival budaya yang baru pertama kali dilakukan ini, membuktikan bahwa budaya di Halbar cukup banyak yang harus dilestarikan.

“Kami dari pemerintah daerah bersama-sama dengan kementerian desa, memberikan suport untuk pelestarian budaya demi bangsa dan negara,” katanya.

Sementara Sultan Jailolo, Ahmad Syah mengapresiasi pelaksanaan festival budaya yang dilaksanakan oleh Kementrian PDTT dan Pemkab Halbar.

“Saya berharap kegiatan festival budaya terus dilakukan untuk tahun tahun mendatang, sehingga budaya di halbar terus dilestarikan,” ujarnya.

Terpisah Kepala Kesbangpol Halbar M. Syarif Ali, yang juga Ketua Panitia penyelenggara festival budaya menyampaikan, festival budaya dilaksanakan selama dua hari yakni Kamis dan Jumat. Kegiatan ini tentu merupakan ikhtiar pempus dan pemkab dalam rangka mendorong pembangunan yang berbasiskan kearifan lokal. Tujuan dari festival budaya diharapkan dapat mempererat kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan untuk mewujutkan bangsa yang damai, beradab dan berbudaya.

“Untuk itu penguatan pranata adat melalui festival budaya untuk perdamaian ini diharapkan mampu menyatukan entitas sosial budaya yang berbeda dan merajut yang terpisah,” pungkas Lafdi, sapaan akrab M. Syarif Ali.

(HB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *