oleh

Kepsek SMK IT Kota Bengkulu Jadi Tersangka Kasus Tindak Pidana Korupsi

-Hukrim-197 views

Bengkulu – Satuan Reskrim unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bengkulu resmi menetapkan Kepala Sekolah SMK IT/Tim pendiri inisial EW (54) sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan program pembangunan USB SMK IT Arsitek berbasis Interpreneur Kota Bengkulu yang dilaksanakan secara swakelola sumber dana APBN tahun 2016 lalu dengan dana kurang lebih sebesar 2,6 miliyar rupiah dan di prediksi telah merugikan uang negara kurang lebih sebesar 1 miliyar rupiah.

Kapolres Bengkulu AKBP Prianggodo Heru melalui Kasat Reskrim AKP Indramawan, Jumat (19/10), menerangkan kejadian tersebut berawal pada tanggal 1 Agustus sampai tanggal 31 Desember 2016 lalu Tim pendiri USB SMK IT arsitek berbasis interpreneur melaksanakan pembangunan USB SMK IT arsitek berbasis interpreneur Kota Bengkulu berikut penggandaan sarana prasarana peralatan praktek siswa SMK IT berbasis arsitek interpreneur yang menggunakan dana APBN kurang lebih sebesar 2,6 miliyar rupiah yang dilaksanakan secara swakelola.

Hasil pemeriksaan fisik bangunan oleh ahli independen ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB atau RPD yang telah dibuat sebagai acuan kerja LP3 yang dibuat oleh tim pendiri ditemukan menggunakan dokumen palsu serta ditemukan Mark Up biaya upah tukang dan harga material, Mark Up harga peralatan dan pengurangan volume kualitas pekerjaan sehingga merugikan negara kurang lebih sebesar 1 miliyar rupiah berdasarkan perhitungan dari BPKP Provinsi Bengkulu.

“Untuk saksi yang diperiksa kurang lebih sekitar 40 orang dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini, sementara baru satu yang kita tetapkan sebagai tersangka. Nanti kita lihat fakta dari tersangka ini seperti apa,” ujar Indramawan.

Dari kasus tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa dokumen pertanggung jawaban penggunaan dana, dokumen teknis dan pedoman pelaksanaan pekerjaan, nota asli dari sumber barang, surat perjajian kerjasama(Adendum) antara PKK dengan ketua tim pendiri (tersangka).

“Sementara kita lakukan penahanan dulu terhadap tersangka ini, untuk kerugian negara sementara belum ada yang dikembalikan. Kita akan menghitung aliran dana sesuai dari perhitungan BPKP dana itu kemana saja. Dari tersangka ada pengakuan terkait dugaan korupsi karena diduga tersangka ini yang memanipulasi data, selama ini tersangka kooperatif memenuhi panggilan tim penyidik,” jelas.

“Untuk tersangka kita jerat Pasal 2 subsider Pasal 3 lebih subsider Pasal 9 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *