oleh

Mengasah Logika Dalam Angka PSU

Jubir AHM-RIVAI, Sawaludin Damopoli.

Oleh : Sawaludin Damopoli

Ternate – Pemilihan Suara Ulang (PSU) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) usai digelar.

Namun, pesta demokrasi ini berakhir buram dan mengerikan. Pengekangan, intimidasi dan money politic terstruktur, sistimatis dan masif.

Cerminan demokrasi yang jorok dan tidak patut dipertontonkan di era Milinea. Sebagai pemain tua dan berpengalaman, sepatutnya, dalat memberi contoh cara berdemokrasi yang baik sehingga PSU berlangsung demokratis dan bermartabat.

“PSU usai digelar dan Kandidat Petahana unggul angka dari AHM-RIVAI” Jumlah suara AGK-YA hasil PSU 17 Oktober lalu cukup fantastik dibandingkan dengan perolehan sebelumnya.

Terutama di wilayah Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula. Pada pemilihan sebelumnya, AGK-YA hanya dipilih oleh kurang lebih 490 orang. (IB)

Baca Juga:  Tsunami dan Minim Peralatan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *