Walaupun lahir dan besar di kota Detroit di negara bagian Michigan, AS, tidak bisa dipungkiri bahwa gaya berpakaiannya sebagai muslimah berhijab berbeda dengan warga lokal AS pada umumya dan banyak mengundang pertanyaan dari orang-orang yang tidak paham akan agama islam.
Suatu kali saat Huda tengah berbelanja di supermarket, ia dihampiri oleh seorang pelanggan perempuan yang mempertanyakan penampilannya.
“’Apakah kamu seorang biarawati? Bukan.’ Dan perempuan tadi bilang bahwa saya tidak boleh berpakaian seperti ini, karena tidak pantas untuk Amerika,” cerita mantan guru SMP dan SMA berusia 33 tahun ini.
Menurut Huda, insiden anti-muslim masih banyak terjadi, termasuk di lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh, Huda bercerita bahwa masjid di dekat rumahnya belum lama ini dirusak dan dicorat-coret.
Laporan dari lembaga advokasi muslim Amerika, CAIR (Council on American-Islamic Relations) tahun 2017, menunjukkan bahwa angka insiden bias anti-muslim di Amerika Serikat meningkat sebagai 17 persen sejak tahun 2016. Kejahatan kebencian yang ditujukan kepada muslim Amerika, termasuk anak-anak, remaja, dan keluarga, juga meningkat sebanyak 15 persen dalam periode yang sama.
Menurut Direktur Komunikasi Dewan Hubungan Islam di Amerika (CAIR), Ibrahim Hooper, stereotip dan berbagai tindakan yang bersifat permusuhan terhadap Islam merupakan akibat dari ketidak-pedulian dan kurangnya informasi.
Menanggapi komik hasil karya Huda, Ibrahim Hooper menambahkan bahwa segala cara yang menyediakan lebih banyak informasi tentang islam dan komunitas muslim Amerika dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
“Ada sebagian masyarakat yang tidak bisa dijangkau dengan metode komunikasi yang tradisional. Jadi ini bisa menjadi cara yang sangat inovatif untuk menyebarkan informasi tentang islam kepada mereka,” jelas Ibrahim Hooper saat dihubungi oleh VOA Indonesia.
“Usaha yg dilakukan Huda bagus menurutku. Hal edukatif seperti ini sangat inspiratif banget karena dia bukan hanya berusaha mengakomodasi hal2 yg biasanya non muslim tanyakan terhadap muslim (atau muslimah) tapi juga secara tidak langsung memberi pemahaman bahwa muslim adalah part dari society dan kita juga sama dengan orang-orang lainnya,” ujar Vicha Annisa, mahasiswi universitas George Washington di Washington, D.C. yang juga adalah salah satu follower komik “Yes, I’m Hot in This.”

