Pertanyaan-pertanyaan tersebut awalnya membuat Huda merasa takut bahkan terintimidasi. Ia bingung harus bersikap seperti apa dalam menghadapi komentar atau pertanyaan seperti itu.
Beranjak dewasa, Huda menyadari bahwa pertanyaan-pertanyaan seperti itu bukanlah belas kasihan, melainkan adalah cara untuk membuatnya merasa asing. Rasa percara dirinya mulai tumbuh. Ia berusaha berpikir positif, terutama tentang apa yang ia kenakan dan mencintai dirinya dengan apa adanya.
