oleh

Koordinator IT Dan Humas ASDOS Malut, Bantah Pernyataan Ilham Jufri

-Daerah-1.329 views

TERNATE, FocusMalut.com – Sejak terbentuknya Asosiasi Dosen Swasta (ASDOS) Indonesia Maluku Utara (Malut), pada hari Selasa (25/12/18) lalu, menjadi perbincangan hangat dikalangan akademisi Perguruan Tinggi Swasta Maluku Utara. Polemik ini berujung pada pro dan kontra antara sesama akademisi.

Sebagaimana dilansir I.malut.com., Ilham Jufri Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan AIKOM Ternate angkat bicara dan mempertanyakan pembentukan asosiasi tersebut.

Menurutnya, hal ini menempatkan dirinya pada situasi subordinatif peran sebagai sesama dosen swasta.

“Imbasnya mengelitik saya untuk kembali membuka referensi/acuan dan pustaka. Apakah benar PTN dan PTS itu sederajat..? Demikian halnya dosen PTN dan PTS,” tulis Ilham pada Release melalui Whatsaap.

Kepada Fokusmalut.com, Kamis (3/1/19) Koordinator IT dan Humas Asosiasi Dosen Swasta (ASDOS) Indonesia Maluku Utara Karman Zein, menjelaskan terkait Pemberitaan di salah satu media online yang disentil oleh Ilham Jufri.

Kami menganggapnya belum paham mengenai substansi dan tujuan pembentukan asosiasi tersebut. Oleh karena itu kami menyampaikan terima kasih atas pemberitaan ini.

“Selain itu kami menyatakan saudara ketinggalan informasi, sebab di berbagai media sosial kami berupaya melakukan sosialisasi dan publikasi dalam rangka mengkonsolidasikan ide terkait pembentukan lembaga ini, baik dalam konteks registrasi keanggotaan maupun rencana induk pengembangan asosiasi ini kedepan,” ujar Karman.

Mengutip pernyataanya yang dilansir I.malut.com “Saya lebih sepakat dibentuk Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Maluku Utara mewakili aspirasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Maluku Utara, dengan tujuan berkomitmen menyusun program-program untuk memajukan PTS dan pendidikan di Maluku Utara juga memposisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah dalam pembangunan daerah baik yang berkaitan dengan masalah pendidikan maupun masalah sosial kemasyarakatan, ini cakupannya lebih luas dibandingkan dengan hanya dalam bentuk Asosiasi Dosen.” (red. Ilham Jufri).

Pernyataan diatas adalah salah satu bentuk ide dasar pembentukan Asosiasi Dosen Swasta Indonesia. Sehingga kami mengajak kepada seluruh dosen swasta marilah kita membangun dinamika akademik yang harmonis.

Karman Zein yang juga Alumnus S2, Jebolan Universitas Negeri Malang (UNM) dengan nada pelan menceritakan beberapa bulan yang lalu dirinya dan Pak Ilham Jufri sama-sama mengikuti kegiatan seminar Budaya Mutu yang diselenggaran oleh Dirjen Belmawa Kemenristekdikti.

Dihadapan seluruh pimpinan perguruan tinggi di Maluku Utara, diingatkan kepada kita bahwa perlu adanya perhatian terhadap perguruan tinggi swasta, sebab disanalah banyak anak bangsa belajar.

Pada saat bersamaan Sekretaris Umum Assosiasi Dosen Swasta (ASDOS) Indonesia Maluku Utara, Syahril Lukman menuturkan bahwa lembaga ini hadir semata-mata sebagai lembaga profesi bagi dosen.

“Kalaupun ada teman-teman yang tidak bersepakat maka itu merupakan bagian dari dinamika, akan tetapi yang perlu dicatat ini adalah lembaga profesi sangat memiliki dampak yang positif terhadap pengembangan atmosfir akademik,” tegas Syahril

“Selaian itu Asosiasi Dosen Swasta merupakan wujud nyata dari kepemimpinan publik kalangan akademisi. Itulah sebabnya lembaga profesi atau sebutan lainnya sangat diperlukan bagi dosen,” sambung Syahril.

Untuk diketahui, bahwa sekarang pengurus ASDOS Maluku Utara fokus pada penyiapan perangkat administrasi serta mengkosilidasikan ide dan gagasan terkait pembentukan asosiasi dosen swasta, dan dalam waktu dekat diselenggarakan Musyarawah Nasional (MUNAS).

“Memang benar sekarang ini semua pengurus lagi fokus konsolidasi untuk musyawarah nasional. Tidak menutup kemungkinan teman-teman bisa disusulkan menjadi unsur pimpinan di asosiasi dosen swasta (ASDOS) Indonesia Maluku Utara,” ujar karman seraya menutup perbincangan langsung dengan wartawan fokusmalut. (ieL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *