oleh

Lima Pelaku Penyebar Hoax Diciduk Polres Ternate

-Hukrim-9.546 views

TERNATE – Satuan Reserse Kriminal (Sat reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Ternate berhasil meringkus lima pelaku penyebar berita Hoax penculikan anak lewat Media Sosial (Medsos).

Kelima pelaku penyebar berita hoax tersebut yakni dua laki-laki dan tiga perempuan. Diantaranya, inisial SH alias Adi (23) mahasiswa Muhammadiyah prodi ilmu politik, Sahrul (19), JH alias Leha (32) Ibu Rumah Tangga (IRT), inisial SY (20) mahasiswi STKIP Ternate dan CR alias Eka (26).

Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda mengatakan, kejadian yang terjadi di Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan pada Rabu (22/1/2020) itu berdampak adanya penyebaran informasi penculikan anak yang di sebarkan oleh beberapa akun Medsos khususnya facebook.

“Saat ini kami sudah amankan para pelaku dan sudah kami lakukan pemeriksaan terhadap lima orang pemilik akun penyebar informasi penculikan yang terjadi di Fitu,” katanya saat press release di depan Sat reskrim Mapolres Ternate, Senin (27/1/2020).

Menurut Azhari, beredarnya informasi yang diposting oleh beberapa akun facebook ini tentunya sangat meresahkan masyarakat yang ada di Kota Ternate.

“Maka pihak kepolisian dalam hal ini Sat reskrim mengambil tindakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pemilik akun facebook yang mengunggah informasi bahwa terjadi aksi penculikan anak,” ujarnya.

Padahal. Kata Azhari, untuk kejadian yang sebenarnya adalah hanya miskomunikasi. “Jadi apa yang diposting oleh pemilik akun tidak sesuai dengan kejadian yang ada di lapangan,” katanya.

Azhari menjelaskan, kejadian sebenarnya adalah Rama Riswan (RI) korban pulang dari kebunnya sudah larut malam,  dan pada saat itu rekan – rekannya sudah naik kendaran namun dirinya tidak memiliki kendaraan akhirnya naik ojek, saat tengah jalan ojeknya berhenti karena pecah ban, RI turun dari ojek tersebut dan dia berusaha memberitahukan kepada keluarganya bahwa dia dijemput namun tidak memiliki handphone (HP).

“Jadi dia (korban-red) mendatangi warga untuk meminjam HP kepada seorang ibu-ibu namun tidak diberikan. Selanjutnya dia jalan lagi bertemu bapak-bapak dia pinjam HP lagi namun tidak diberikan. Dia lanjut berjalan lagi, disitu kemudian ada sekelompok pemuda meneriaki dirinya pencuri sehingga disitu berkumpul masyarakat dan melakukan pengeroyokan secara bersama – sama terhadap korban,” jelasnya sembari menceritakan saat kejadian.

Baca Juga:  Diduga Aniaya Warga, Oknum Anggota LPM Desa Dolik Dipolisikan

Azhari menyebut, informasi ini justru digunakan oleh beberapa akun facebook untuk menyebarkan berita bahwa ini adalah kasus seseorang mau melakukan penculikan anak.

“Saya pastikan berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Polres baik saksi – saksi yang ada di lapangan bahwa dinyatakan tidak ada informasi penculikan sebagaimana di unggah oleh pemilik akun tersebut,” ungkapnya.

Terhadap pemilik akun. Sambung Azhari, yang sudah menyebarkan informasi hoax ini akan dilakukan proses hukum sesuai dengan tindakan dalam hukum yang sudah mereka lakukan. “Apabila terpenuhi unsur – unsur pidana maka mereka akan bertanggungjawab secara hukum.” tukasnya.

Azhari berharap, pelaku-pelaku agar menyampaikan apa yang mereka lakukan kepada masyarakat adalah Hoax sehingga ini menjadi pembelajaran.

“Kepada masyarakat pengguna Medsos agar jangan sembarangan memposting sesuatu yang belum tentu benar kebenarannya dan jangan memberikan komentar berdasarkan persepsi menduga-duga di Medsos yang berdampak keresahan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Azhari menambahkan, Polres Ternate masih melakukan penyelidikan untuk memastikan dengan menggunakan saksi ahli bahasa terkait postingan mereka. Pelaku di tahan sebagai tahanan wajib lapor hingga kasus ini selesai penyelidikan dan jika melanggar maka mereka berhadapan dengan hukum sesuai yang dilanggar.

“Tentunya bagi pihak – pihak yang melakukan itu akan berhadapan dengan hukum sesuai dengan pelanggaran yang mereka lakukan apabila terpenuhi unsur – unsur pidananya,” tandasnya.

“Sementara pasal yang diterapkan kepada pelaku yakni pasal 45 huruf A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU ITE dan pasal 14 ayat 1 dan 2, UU No 01 KUHP,” pungkasnya. (Alan-LM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *