oleh

OTT di Kemenpora, KPK Tangkap 9 Orang dan Sita Uang Ratusan Juta

-Hukrim-2.137 views
Ilustrasi

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Terungkap fakta 9 orang ditangkap KPK lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa (18/12/2018)  malam. KPK menyita uang Rp 300 juta dari operasi tangkap tangan (OTT) pejabat Kemenpora, serta kartu ATM berisi uang ratusan juta rupiah.

“KPK melakukan cross-check dan menemukan bukti-bukti awal berupa uang sekitar Rp 300 juta dan sebuah kartu ATM yang juga berisi uang ratusan juta rupiah,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo kepada wartawan, Selasa (18/12/2018) malam.

Namun Agus belum menyebutkan uang dan kartu ATM tersebut milik siapa. Dia hanya mengatakan kasus ini terkait dengan dugaan kickback pencairan dana hibah untuk KONI.

“Diduga terjadi transaksi (kickback) terkait dengan pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI,” ujar Agus.

Dalam OTT ini ada sembilan orang yang diamankan, termasuk Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana. Kini kesembilan orang masih berstatus terperiksa. KPK sendiri punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status mereka

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo membenarkan pihaknya menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Selasa (18/12/2018) malam.

Menurut Agus, OTT kali ini menyangkut unsur dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Ada sembilan orang yang kami amankan dan kemudian dibawa ke kantor KPK untuk kebutuhan klarifikasi lebih lanjut.

Pihak yang dibawa tersebut dari unsur Kemenpora dan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), baik pejabat setingkat deputi di Kemenpora, PPK, ataupun pengurus KONI,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Selasa malam.

Diduga terjadi transaksi terkait dengan pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI.

Agus mengungkapkan, pihaknya akan mengumumkan lebih lanjut hasil kegiatan OTT dalam konferensi pers, Rabu (19/12/2018).

“Baru hal ini yang bisa kami sampaikan, besok (hari ini, red) hasil OTT ini akan diinformasikan lebih lengkap pada konferensi pers yang akan dilakukan oleh KPK. Sesuai KUHAP, KPK diberikan waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan,” paparnya.

OTT KPK Bikin Kaget Pejabat dan Sesmenpora

Inilah fakta terbaru penangkapan yang dilakukan KPK, Selasa (18/12/2018) malam hingga situasi yang berkembang Rabu (19/12/2018) dini hari.

Sejumlah pejabat Kemenpora diketahui dibawa ke KPK. Berikut sejumlah fakta seputar OTT KPK di Kemenpora:

1. Sumber KPK benarkan ada OTT di Kemenpora

OTT KPK kali ini menangkap pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sumber di KPK membenarkan OTT tersebut.

“Iya (ada penangkapan terhadap pejabat di Kemenpora),” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (18/12/2018).

Menurutnya, pejabat Kemenpora tersebut kini telah berada di Kantor KPK.

2. Sejumlah ruangan Kemenpora disegel

Sejumlah ruangan di Kemenpora malam ini, Selasa (18/12/2018) terlihat disegel oleh penyidik KPK.

Dari pantauan, tanda segel KPK melekat pada dua ruangan di gedung Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan Olahraga Nasional (PP ITKON) Kementerian Pemuda dan Olahraga, tepatnya di lantai tiga.

Salah satu ruangan itu bertuliskan Asisten Deputi Olahraga Prestasi.

“Tadi yang datang (petugas KPK) di atas ada delapan di bawah ada empat orang,” ujar salah satu petugas yang berada di gedung PP ITKON.

Sementara itu, di gedung pusat dua penyidik KPK terlihat masih mencari-cari sesuatu.

Kali ini ruangan yang diperiksa yakni pusat CCTV yang berada lantai dasar gedung Kemenpora.

Sejumlah petugas keamanan Kemenpora pun terlihat sibuk memberikan permintaan-permintaan dari penyidik KPK.

Sekitar 10 menit berlangsung, dua penyidik KPK keluar dari ruangan. Tak terlihat ada barang yang dibawa dari dua pria yang mengenakan masker tersebut.

“Kalau di sini mereka cuma periksa ruangan CCTV saja, karena di gedung PP-ITKON ada sekitar tiga CCTV,” ujar salah satu penjaga Kemenpora.

“Mereka tidak ke atas (ruangan Menpora, Sesmenpora dan pejabat lainnya). Cuma periksa di sini saja,” sambungnya.

3. OTT diduga terkait korupsi dana Asian Games 2018

Masih menurut sumber di KPK, OTT tersebut diduga terkait dengan penyelenggaraan Asian Games 2018.

Kendati demikian, belum ada keterangan resmi yang diberikan KPK terkait penangkapan tersebut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah hingga saat ini belum menjawab pesan singkat dari wartawan terkait kabar OTT tersebut.

4. Pejabat Deputi IV Kemenpora dibawa ke KPK

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto mengaku kaget dengan informasi ditangkapnya sejumlah pejabat Kemenpora oleh KPK di kantor Kemenpora, Selasa (18/12/2018) malam.

“Saya kaget juga. tadi sekitar pukul 20, ada acara di luar kantor, dapat info ada petugas KPK yg melakukan penggeledahan di sini dan bawa beberapa pejabat deputi IV,” ujar Gatot kepada awak media.

Gatot pun menyebut ada lima orang yang dibawa oleh petugas KPK.

Sementara itu soal permasalahannya ia mengaku belum tahu dan masih menunggu pernyataan resmi dari KPK.

“Kemudian sampai tadi saya di acara luar, saya belum tahu siapa saja yang dibawa. Dan kemudian tadi menurut laporan dari rekan-rekan di sini, ada Deputi IV, PPK Eselon III, Bendahara Eselon IV, dan dua orang lain,” jelas Gatot.

“Ditanya apa kasus, kami tidak tahu. Yang jelas, itu ranah KPK untuk menjelaskan, kami hormati proses hukum yang ada. Saya tidak tahu apakah ada barang-barang yang disita atau tidak. Sekarang belum ada komunikasi dari KPK. Saya akan segera laporan ke menteri. Posisi pak menteri ada di luar kota,” sambungnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *