oleh

Pasar Ikan Sanana Pindah ke Istana Daerah  

-Daerah-1.203 views
Tidak diberikan tempat jualan, puluhan pedagang Ikan di Sula terpaksa memindahkan tempat jualan ikan mereka di depan Istana daerah

SANANA – Tidak diberikan tempat jualan Ikan, puluhan pedagang Ikan di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) terpaksa memindahkan tempat jualan ikan mereka di Istana daerah (Isda).

Puluhan pedagang ikan itu, berharap ada tempat yang layak di Pasar Basanohi Sanana, namun tidak sesuai yang diharapkan, sehingga dengan terpaksa puluhan pedagang yang mayoritas Ibu-ibu memilih berjual di depan Istana Daerah (Isda) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Selasa (26/2/19).

Langkah yang diambil oleh para pedang ikan untuk berjualan di halaman Isda itu, agar Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kepsul segera menyiapkan tempat yang layak bagi pedagang ikan, sehingga pedagang ikan tidak terkesan orang asing yang tidak punya tempat yang tetap. Aksi pedagang ikan yang bejualan di halaman Isda itu berasal dari enam Desa, diantaranya Desa Waiboga Kecamatan Sula Besi Tengah, Desa Ona Kecematan Sula Besi Barat, Desa Fokalik, Desa Malbufa Kecamatan Sanana Utara dan Desa Sekom Kecamatan Sula Besi Selatan.

”Alsan kami menjual ikan di Isda, karena berjualan di pasar diusir oleh pengelolah Pasar dan pegawai Disperindagkop. Kemudian kami disuru berjualan di dekat kantor Kejaksaan di Desa Fagudu, namun dari pihak Kejaksan melarang kami, karena belum ada pengaturan antara kejaksaan dan Disperindagkop, jadi kami ini dianggap sebagai orang asing yang tidak bisa menempati daerah ini,”cetus Koordinator Pedagang Ikan Ahda Buamona, Warga Desa Waiboga saat berjualan di Isda, Selasa (26/2/19) tadi.

Ahda bahkan mengancam, jika Pemda segera tidak mencari solusi, maka pedagang akan terus berjualan di halaman Isda.

”kami akan terus menjual ikan di halaman Isda, jika Pemda tidak segera mencari solusi,”tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah (Disprindagkop-UKM) H. Bakir Rauf Upara ketika dikonfirmasi menyatakan, waktu rapat bersama dengan pihak Kejaksaan sudah ada kesepakatan, jika pedagang ikan berjualan di dekat kantor kejaksaan, tapi hari ini kenapa ada orang kejaksaan menyatakan harus ada pengaturan lagi.

”jangan sampai ada orang yang bawa nama kejaksaan, jadi nanti kami kordinasikan lagi dengan pihak kejaksaan,”katanya.

Bakir menambahkan, jika pihak kejaksaan tidak mengijinkan pedagang berjualan di dekat perkantoran mereka, maka akan dicarikan tempat lain.

”Nanti kita carikan tempat lain, jika kejaksaan tidak perbolehkan warga berjualan ikan dilokasi dekat kejaksaan,”pungkasnya.

(JG)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *